Uji Kompetensi ASN Kabupaten Banjar 2026, Bukan Sekadar Tes, Tapi Peta Talenta untuk Menentukan Arah Birokrasi

Bagikan

Damkarnews.com, BANJARMASIN – Pemerintah Kabupaten Banjar mulai menata kekuatan sumber daya aparatur secara lebih terukur. Melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Pemkab Banjar menggelar Penilaian Kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun 2026 di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VIII Banjarmasin, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan yang dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea, didampingi Plt Kepala BKPSDM Banjar Nor Azizah ini diikuti puluhan ASN dari berbagai jenjang jabatan. Namun lebih dari sekadar agenda rutin kepegawaian, penilaian kompetensi tersebut menjadi langkah strategis untuk memetakan talenta birokrasi yang akan menentukan kualitas pelayanan publik di masa mendatang.

Menurut Sekda Banjar H Yudi Andrea, tantangan birokrasi saat ini tidak hanya berkaitan dengan administrasi pemerintahan, tetapi juga kemampuan ASN dalam menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat di era globalisasi.

“Untuk menghadapi permasalahan, tantangan serta dinamika globalisasi, diperlukan ASN yang memiliki integritas dan kompetensi yang tinggi untuk menjalankan perannya,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Yudi menegaskan, ASN saat ini dituntut terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjawab perkembangan zaman sekaligus memberikan pelayanan yang semakin berkualitas kepada masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa penilaian kompetensi memiliki fungsi penting sebagai instrumen pemetaan kemampuan pegawai. Hasilnya akan menjadi dasar dalam penyusunan program pengembangan SDM, pembinaan karier, hingga penempatan pegawai yang lebih tepat sesuai kebutuhan organisasi.

“Penilaian kompetensi bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi menjadi sarana untuk memetakan potensi, kemampuan dan kapasitas ASN sebagai dasar pengembangan karier serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar,” jelasnya.

Karena itu, Yudi berharap seluruh peserta mengikuti setiap tahapan penilaian secara serius agar hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kompetensi yang dimiliki secara objektif dan akurat.

Sementara itu, Plt Kepala BKPSDM Kabupaten Banjar Nor Azizah mengungkapkan, sebanyak 90 ASN dijadwalkan mengikuti penilaian kompetensi. Dari jumlah tersebut, 88 peserta hadir, sedangkan dua orang berhalangan karena cuti dan sakit.

Peserta berasal dari berbagai jenjang jabatan, mulai dari pelaksana yang diproyeksikan menjadi pejabat pengawas, pejabat pengawas menuju administrator, hingga pejabat fungsional ahli muda dan ahli madya.

“Mayoritas peserta merupakan pegawai yang baru promosi atau berpindah jenjang jabatan sehingga perlu dilakukan pemetaan kompetensi sesuai tugas dan tanggung jawab yang baru,” terang Azizah.

Ia menambahkan, pelaksanaan penilaian kompetensi merupakan implementasi nyata sistem merit yang saat ini terus diperkuat pemerintah daerah. Sistem tersebut menempatkan kompetensi, kualifikasi dan kinerja sebagai dasar utama dalam pengelolaan ASN.

Menurutnya, pendekatan ini penting untuk memastikan birokrasi di Kabupaten Banjar diisi oleh aparatur yang profesional, adaptif dan memiliki kapasitas sesuai kebutuhan organisasi.

“Melalui penilaian kompetensi ini, kami ingin memastikan pengembangan karier ASN berjalan lebih objektif dan berbasis kemampuan. Harapannya, ASN Kabupaten Banjar semakin profesional dan mampu mendukung pencapaian visi pembangunan daerah serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Author: Damkarnews
Damkarnews