Tercium Bau Busuk dari Ruko Terkunci di Pasar Sekumpul, Pria 50 Tahun Ditemukan Meninggal

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Suasana Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS) atau Pasar Sekumpul, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mendadak gempar, Kamis (15/10/2026) siang. Seorang pria paruh baya berinisial P (50) ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah rumah toko (ruko) yang terkunci dari dalam.

Penemuan jasad pria keturunan Tionghoa tersebut bermula dari kecurigaan warga yang mencium bau tidak sedap dari dalam ruko. Kondisi pintu yang terkunci rapat dari dalam semakin menimbulkan tanda tanya hingga akhirnya warga melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

Kapolsek Martapura, Iptu Aulya Safi’i, mengatakan pihaknya menerima laporan masyarakat sekitar pukul 12.30 Wita. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

“Kami menerima laporan dari masyarakat adanya sebuah ruko di Pusat Perbelanjaan Sekumpul yang terkunci dari dalam dan tercium bau tidak sedap,” ungkap Iptu Aulya Safi’i.

Karena ruko dalam kondisi terkunci dan tidak ada respons dari dalam, petugas kepolisian bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar terpaksa melakukan pembongkaran untuk membuka akses masuk.

Betapa mengejutkan, saat petugas berhasil masuk dan menuju lantai dua ruko, korban ditemukan sudah tidak bernyawa dalam posisi tertelungkup di depan televisi.

Relawan Emergency Banjar Response (EBR) yang turut berada di lokasi kemudian membantu proses evakuasi jenazah. Selanjutnya, jasad korban dibawa ke kamar jenazah RSUD Ratu Zalecha Martapura untuk penanganan lebih lanjut.

Dari keterangan sejumlah saksi dan warga sekitar, korban diketahui tinggal seorang diri di ruko tersebut. Korban juga disebut baru saja berpisah dengan istrinya.

Bahkan, warga terakhir kali melihat korban sekitar lima hari sebelum jasadnya ditemukan. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa korban telah meninggal dunia beberapa hari sebelumnya.

“Dari keterangan saksi, termasuk tetangga ruko, korban tinggal sendirian dan baru bercerai dengan istrinya. Terakhir kali korban terlihat sekitar lima hari lalu. Jadi, kemungkinan korban sudah meninggal kurang lebih lima hari atau bisa juga kurang dari itu,” jelasnya.

Meski korban ditemukan dalam kondisi sudah mulai membusuk, pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab kematiannya. Termasuk kemungkinan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Untuk mengungkap penyebab pasti kematian, polisi masih menunggu pemeriksaan dari dokter forensik RSUD Ratu Zalecha Martapura, baik melalui visum luar maupun autopsi.

“Sampai saat ini masih kita dalami. Kita menunggu pihak rumah sakit dan dokter forensik untuk melakukan pemeriksaan, baik visum luar maupun autopsi nantinya,” pungkas Iptu Aulya.

Hingga kini, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kematian pria tersebut, termasuk apakah terdapat unsur lain di balik peristiwa penemuan jenazah di ruko Pasar Sekumpul itu.

Author: Damkarnews
Damkarnews