Damkarnews.com, BANJAR – Kondisi memprihatinkan terjadi di SDN Jawa Laut 1 yang berada di Jalan Cempaka, Gang Flamboyan, Desa Jawa Laut, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar. Sekolah yang letaknya berada di pusat kota, tak jauh dari gedung-gedung pemerintahan, kini menghadapi persoalan serius berupa pelapukan lantai di sejumlah ruang kelas.
Kerusakan tersebut bahkan telah membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pengajar. Lantai yang rapuh dilaporkan ambles di beberapa titik, memicu insiden yang sempat menimpa guru dan murid.
Kepala SDN Jawa Laut 1, Andrianci MH, mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan melalui bidang sarana dan prasarana (Sarpras). Tim dari dinas juga telah turun langsung melakukan peninjauan.
“Kami sudah diminta mengirimkan foto dan video kondisi bangunan. Sekolah ini juga sudah diusulkan untuk program revitalisasi, kemungkinan di tahun 2026 atau 2027,” ujarnya, Rabu (1/4/2026) siang.

Meski sudah masuk usulan, Andrianci berharap perbaikan dapat diprioritaskan lebih cepat mengingat kondisi bangunan yang semakin mengkhawatirkan.
“Melihat kondisi sekarang, kami sangat berharap bisa diprioritaskan di tahun 2026 karena ini menyangkut keselamatan,” tambahnya.
Menurutnya, selain faktor keamanan, kondisi bangunan yang rusak juga berdampak pada citra sekolah. Apalagi lokasinya yang strategis di pusat Kota Martapura membuat kondisi tersebut menjadi sorotan.

“Ini kan berada di pusat kota, dekat dengan kawasan pemerintahan. Tapi kondisinya seperti ini tentu kurang layak, dan juga memengaruhi minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sini,” jelasnya.
Insiden akibat lantai lapuk pun sempat terjadi. Seorang guru terperosok saat hendak memeriksa pekerjaan siswa karena lantai yang sudah tidak kuat menahan beban. Tak hanya itu, seorang murid juga mengalami kejadian serupa di bagian lain ruang kelas.
“Bagian atas memang sudah kami tutup, tapi ternyata di bawahnya sudah lapuk. Jadi ada guru dan murid yang sama-sama terperosok,” ungkapnya.

Pasca kejadian tersebut, pihak sekolah langsung mengambil langkah tegas dengan menutup lima ruang kelas yang terdampak. Kegiatan belajar mengajar pun harus disiasati dengan menggabungkan beberapa kelas.
Siswa kelas 3 dan kelas 5 digabung dalam satu ruangan dengan sekat papan tulis, sementara siswa kelas 4 dipindahkan ke ruang lain yang masih layak digunakan.
“Ruang yang rusak kami kosongkan sementara. Kami gabungkan kelas agar pembelajaran tetap berjalan,” kata Andrianci.
Saat ini, SDN Jawa Laut 1 memiliki 40 siswa dengan tenaga pengajar yang dinilai cukup dan profesional karena telah mengantongi sertifikasi pendidik.
Penutupan ruang kelas dilakukan sejak Sabtu lalu, sehari setelah insiden terjadi. Sebelumnya, ruangan tersebut masih sempat digunakan untuk aktivitas belajar.
“Kami langsung kerja bakti membersihkan, dan mulai Senin sudah tidak digunakan lagi demi keselamatan,” tutupnya.
Pihak sekolah kini berharap adanya percepatan realisasi perbaikan dari pemerintah, agar proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung dengan aman dan nyaman, khususnya di sekolah yang berada di jantung Kota Martapura tersebut.*Srf


