Rofiqi Prihatin Pemadaman Listrik Berulang di Kalsel, Soroti Dampaknya Bagi Pelaku Usaha

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Selatan, H. Muhammad Rofiqi, menyoroti masih seringnya terjadi pemadaman listrik di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan. Kondisi tersebut dinilai ironis mengingat Kalsel merupakan salah satu daerah penghasil batu bara terbesar di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Rofiqi di sela kegiatannya pada Minggu (26/7/2026). Menurutnya, pemadaman listrik yang terjadi berulang kali telah menimbulkan dampak besar bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha yang sangat bergantung pada pasokan listrik.

“Secara logika tentu menjadi pertanyaan. Kalimantan Selatan ini daerah penghasil batu bara, tetapi masyarakatnya justru mengalami pemadaman listrik,” ujar Rofiqi.

Ia mengungkapkan, pemadaman listrik yang berlangsung hingga tujuh jam dan terjadi beberapa kali dalam sepekan telah menimbulkan kerugian di berbagai sektor. Dampaknya dirasakan pelaku UMKM, peternak ayam yang kehilangan ribuan ekor ternak, hingga pelaku usaha makanan beku (frozen food) dan berbagai usaha lainnya yang mengandalkan listrik untuk menjalankan aktivitas.

Menurut Rofiqi, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius PT PLN (Persero) agar kualitas pelayanan kepada masyarakat dapat ditingkatkan.

“Kalau matinya sampai tujuh jam, kemudian dalam seminggu bisa beberapa kali, tentu ini harus menjadi evaluasi PLN,” tegasnya.

Rofiqi juga mengaitkan persoalan tersebut dengan sila kelima Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ia menilai masyarakat Kalimantan Selatan berhak memperoleh layanan kelistrikan yang andal dan berkeadilan.

“Kalau kita bicara Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, tentu masyarakat juga menginginkan pelayanan yang adil,” katanya.

Lebih lanjut, ia berharap masyarakat Kalimantan Selatan dapat menikmati tarif listrik yang lebih kompetitif dibandingkan daerah lain, mengingat provinsi tersebut merupakan salah satu penghasil sumber energi nasional.

“Kalau bisa, listrik di Kalsel ini bahkan lebih murah dibandingkan tempat lain, karena di sinilah salah satu daerah penghasil sumber energinya. Ini tentu perlu kita perjuangkan,” ujarnya.

Selain meminta PLN melakukan evaluasi menyeluruh, Rofiqi juga mendesak agar perusahaan listrik negara tersebut memberikan perhatian kepada pelaku usaha yang terdampak akibat pemadaman berkepanjangan. Menurutnya, gangguan pasokan listrik tidak hanya menghambat aktivitas usaha, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang besar.

Di akhir pernyataannya, Rofiqi berharap persoalan pemadaman listrik di Kalimantan Selatan dapat segera diatasi sehingga aktivitas masyarakat dan roda perekonomian kembali berjalan normal.

“Semoga dampak pemadaman ini segera pulih sehingga perekonomian masyarakat dapat berjalan lancar,” pungkasnya.

Author: Damkarnews
Damkarnews