RKAB Belum Terbit, 200 Karyawan PT Baramarta Dirumahkan Sementara

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Belum terbitnya Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 membuat PT Baramarta (Perseroda) belum dapat memulai aktivitas pertambangan. Dampaknya, sekitar 200 karyawan subkontraktor perusahaan terpaksa dirumahkan sementara hingga ada kepastian operasional.

Kondisi tersebut terjadi karena PT Baramarta masih menunggu persetujuan RKAB dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Selama dokumen tersebut belum diterbitkan, perusahaan tidak diperbolehkan melakukan kegiatan produksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Direktur Utama PT Baramarta, Saidan Fahmi, mengatakan pihak manajemen telah mengeluarkan surat penghentian sementara kepada seluruh kontraktor agar tidak melakukan aktivitas di area tambang.

“PT Baramarta sudah mengeluarkan surat penghentian sementara kepada para kontraktornya untuk tidak melakukan aktivitas karena RKAB belum keluar,” ujar Saidan Fahmi, Kamis (9/7/2026)

Menurutnya, belum adanya kepastian penerbitan RKAB membuat perusahaan tidak memiliki ruang untuk menjalankan operasional. Akibatnya, kebijakan merumahkan sekitar 200 karyawan menjadi langkah yang tidak dapat dihindari.

Saidan menegaskan keputusan tersebut bersifat sementara dan diambil sebagai konsekuensi dari belum dimulainya kegiatan produksi.

Manajemen berharap proses evaluasi RKAB oleh Kementerian ESDM dapat segera diselesaikan sehingga izin operasional dapat diterbitkan. Dengan demikian, aktivitas pertambangan bisa kembali berjalan dan para karyawan yang dirumahkan dapat kembali bekerja.

Saat ini, PT Baramarta terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait sembari menunggu hasil evaluasi dari pemerintah.

Sebagaimana diketahui, Kementerian ESDM sebelumnya menyampaikan bahwa persetujuan RKAB tahun 2026 masih berada dalam tahap evaluasi. Selama persetuan tersebut belum diterbitkan, seluruh perusahaan tambang yang terdampak belum diperkenankan melakukan kegiatan produksi.

Dengan belum keluarnya RKAB, bukan hanya aktivitas operasional perusahaan yang tertunda, tetapi juga berdampak pada keberlangsungan pekerjaan ratusan tenaga kerja yang menggantungkan penghasilan dari operasional PT Baramarta.

Author: Damkarnews
Damkarnews