Damkarnews.com, KOTABARU – Harapan keluarga untuk menemukan Dani (8) dalam keadaan selamat akhirnya pupus. Bocah yang diduga diterkam buaya saat mandi di Sungai Kupang, Desa Sungai Kupang, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh Tim SAR Gabungan, Rabu (15/7/2026) sore.
Korban ditemukan sekitar pukul 15.23 Wita atau berjarak kurang lebih 150 meter dari lokasi awal kejadian. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR Kondisi Membahayakan Manusia resmi dinyatakan selesai dan ditutup.
Peristiwa tragis ini bermula pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 16.15 Wita. Saat itu, Dani sedang mandi di Sungai Kupang bersama sejumlah warga lainnya. Tiba-tiba seekor buaya muncul dari dalam sungai dan langsung menyambar tubuh korban hingga menghilang ke dalam air.
Kejadian tersebut sontak menggemparkan warga. Informasi kemudian dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin melalui Pos SAR Kotabaru sekitar pukul 20.00 Wita oleh Arif Maulana (PKJR).
Tak lama berselang, tim penyelamat diberangkatkan menuju lokasi menggunakan Rescue Car D-Max untuk melakukan asesmen awal dan menyusun strategi pencarian bersama unsur SAR gabungan.
Memasuki hari kedua pencarian, Rabu (15/7/2026) pukul 07.00 Wita, seluruh personel mengikuti briefing guna mengevaluasi kondisi lapangan serta menentukan metode pencarian yang efektif dan aman mengingat lokasi merupakan habitat buaya.
Sekitar pukul 07.15 Wita, Tim SAR Gabungan mulai melakukan penyisiran menggunakan rubber boat dengan area pencarian sejauh satu kilometer ke arah hilir dari titik korban diduga diterkam.
Operasi pencarian melibatkan Pos SAR Kotabaru, Polsek Kelumpang Hulu, Koramil Kelumpang Hulu, BPBD Kabupaten Kotabaru, aparat Desa Sungai Kupang, serta masyarakat setempat. Berbagai peralatan pendukung dikerahkan, mulai dari rubber boat, perlengkapan water rescue, perangkat komunikasi, kendaraan operasional, hingga peralatan evakuasi lainnya.
Meski cuaca cerah mendukung proses pencarian, tim menghadapi tantangan berat karena harus bekerja di kawasan yang diketahui merupakan habitat satwa liar berbahaya.
Kepala Basarnas Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengapresiasi seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian hingga korban berhasil ditemukan.
“Operasi SAR berhasil dilaksanakan berkat kerja sama seluruh unsur SAR gabungan yang bekerja secara maksimal di lapangan. Meskipun korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, kami berharap proses evakuasi ini dapat memberikan kepastian bagi keluarga. Kami turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban atas musibah ini,” ujarnya.
Usai proses evakuasi selesai, seluruh personel melaksanakan debriefing pada pukul 15.45 Wita. Operasi SAR kemudian resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke instansi masing-masing.
Sudayana juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sungai yang menjadi habitat buaya, terutama mengawasi anak-anak agar tidak bermain atau mandi di tepian sungai.
“Kami mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, agar selalu mengawasi anak-anak ketika berada di sekitar sungai serta menghindari aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan. Kesadaran terhadap potensi ancaman satwa liar menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa terulang,” tegasnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko aktivitas di kawasan perairan yang menjadi habitat buaya di Kalimantan Selatan. Warga diimbau untuk menghindari mandi, berenang, maupun beraktivitas di tepian sungai, terutama pada waktu-waktu yang rawan kemunculan predator tersebut.


