Damkarnews.com, BANJAR – Aspirasi masyarakat terkait pembangunan infrastruktur pedesaan menjadi salah satu perhatian Anggota DPRD Kabupaten Banjar dari Fraksi Partai Gerindra, Hj. Anna Rusiana, saat melaksanakan kegiatan reses. Dalam agenda penyerapan aspirasi tersebut, warga menyampaikan sejumlah usulan penting, terutama pembangunan jembatan penghubung Desa Tunggul Irang dan Tunggul Irang Ulu, Kecamatan Martapura.
Usulan pembangunan jembatan tersebut dinilai sangat mendesak karena berkaitan langsung dengan aktivitas pertanian dan mobilitas masyarakat. Keberadaan akses penyeberangan yang memadai di kawasan persawahan itu sangat dibutuhkan petani untuk mengangkut bibit, pupuk, hingga hasil panen.
Berdasarkan proposal yang disampaikan Pemerintah Desa Tunggul Irang bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kawasan persawahan Tunggul Irang, Tunggul Irang Ulu hingga Bincau Muara merupakan salah satu kawasan yang memiliki aktivitas pertanian cukup tinggi, khususnya pertanian tadah hujan.
Namun, aktivitas para petani selama ini terkendala keterbatasan infrastruktur. Jembatan penyeberangan berbahan kayu ulin yang sebelumnya tersedia kini sudah tidak dapat difungsikan akibat faktor usia dan kondisi konstruksi yang semakin rapuh.
Kondisi tersebut membuat warga harus menempuh jalur memutar untuk menuju kawasan persawahan maupun mengangkut hasil pertanian. Padahal, akses jembatan sangat diperlukan untuk mempercepat distribusi hasil bumi sekaligus menunjang perekonomian masyarakat.
Dalam penyampaian aspirasi itu, warga berharap pembangunan jembatan permanen dengan konstruksi beton dapat direalisasikan. Jembatan direncanakan memiliki panjang sekitar 8–9 meter dan lebar 4–5 meter, sehingga memungkinkan dilalui kendaraan roda empat.
Selain konstruksi yang kokoh, warga juga mengusulkan elevasi jembatan dibuat lebih tinggi dari jalan usaha tani untuk mengantisipasi genangan maupun peningkatan debit air saat musim banjir.
Adapun estimasi kebutuhan anggaran pembangunan diperkirakan berkisar Rp135 juta hingga Rp250 juta. Warga berharap usulan tersebut dapat diperjuangkan melalui APBD Kabupaten Banjar dengan dukungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Menanggapi aspirasi tersebut, Hj. Anna Rusiana menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat, khususnya pembangunan infrastruktur yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan kesejahteraan warga.
Menurutnya, kegiatan reses bukan sekadar agenda formal anggota legislatif, melainkan kesempatan untuk mendengarkan secara langsung persoalan dan kebutuhan masyarakat di daerah pemilihan.
“Insya Allah, setiap aspirasi masyarakat yang menyangkut kepentingan orang banyak dan dapat mendorong perekonomian desa akan kita perjuangkan. Termasuk usulan pembangunan jembatan penghubung Tunggul Irang dan Tunggul Irang Ulu. Kita berharap kebutuhan ini bisa menjadi perhatian dan masuk dalam prioritas pembangunan Kabupaten Banjar,” ungkap Hj. Anna Rusiana.
Tak hanya pembangunan jembatan, dalam kesempatan tersebut Hj. Anna Rusiana juga menyampaikan rasa syukurnya atas terealisasinya salah satu aspirasi masyarakat yang sebelumnya telah diperjuangkan, yakni peninggian jalan utama yang menghubungkan desa dengan wilayah sekitarnya.
Ia menyebutkan, peninggian jalan tersebut direncanakan terlaksana pada 2027. Selama ini, jalan tersebut kerap terendam banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter, sehingga mengganggu mobilitas dan aktivitas warga.
“Alhamdulillah, aspirasi masyarakat terkait peninggian jalan utama ini sudah mendapatkan perhatian dan direncanakan terlaksana pada 2027. Mudah-mudahan nantinya akses masyarakat menjadi lebih lancar dan tidak lagi terlalu terganggu ketika banjir datang,” tuturnya.
Melalui kegiatan reses tersebut, Hj. Anna Rusiana berharap berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara bertahap. Baginya, pembangunan infrastruktur desa bukan hanya tentang menghadirkan jalan dan jembatan, tetapi juga membuka akses ekonomi, mempermudah pekerjaan petani, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

