Pasien Menunggu Berjam-jam, Dokter Poli Datang Siang, RSUD Ratu Zalecha Akui Kendala

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Keluhan lamanya waktu tunggu pasien kembali mencuat di RSUD Ratu Zalecha Martapura. Sejumlah pasien mengaku harus menunggu berjam-jam sejak pagi, bahkan ada yang datang sejak subuh, namun dokter poli baru tiba di ruang praktik sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 Wita.

Kondisi ini memicu ketidaknyamanan, terutama bagi pasien yang datang dari daerah jauh. Mereka terpaksa mengantre tanpa kepastian waktu pelayanan, meski telah hadir lebih awal di rumah sakit.

Direktur RSUD Ratu Zalecha Martapura, Arief Rachman, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/4/2026), mengakui adanya persoalan tersebut. Ia menegaskan, pihak rumah sakit terus melakukan evaluasi dan pembenahan agar pelayanan bisa berjalan lebih optimal dan sesuai jam layanan.

Menurut Arief, salah satu penyebab utama lamanya waktu tunggu adalah rendahnya penggunaan sistem pendaftaran online oleh masyarakat. Saat ini, angka penggunaannya baru berkisar 35 hingga 40 persen.

“Kalau pendaftaran online dilakukan H-1, kita bisa memetakan jumlah pasien dan menyampaikan ke dokter. Dokter bisa mengatur jam kedatangan. Tapi kalau mayoritas masih daftar manual di hari H, jadwal menjadi tidak pasti,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterbatasan tenaga medis juga menjadi faktor yang memengaruhi keterlambatan pelayanan di poli. Dokter kerap harus memprioritaskan penanganan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) serta pasien rawat inap sebelum membuka layanan rawat jalan.

“Kalau SDM terbatas, poli sering jadi korban. Karena prioritas tetap pada kasus yang lebih darurat seperti IGD dan rawat inap,” ujarnya.

Selain itu, banyaknya pasien yang datang tanpa informasi jadwal yang jelas turut memperparah antrean. Padahal, dengan sistem pendaftaran online, rumah sakit dapat mengatur waktu kedatangan pasien secara bertahap.

“Misalnya antrean 1 sampai 10 datang jam 09.00, berikutnya jam 11.00. Jadi tidak menumpuk sejak pagi dan waktu tunggu bisa lebih pasti,” katanya.

Arief juga mengakui bahwa meski beberapa poli dengan jumlah dokter mencukupi sudah mampu memulai pelayanan lebih pagi, keterlambatan masih terjadi pada poli dengan jumlah dokter terbatas.

Pihak rumah sakit, lanjutnya, telah melakukan sejumlah perbaikan, termasuk peningkatan kenyamanan ruang tunggu.

Namun, persoalan waktu tunggu pasien masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

Ke depan, RSUD Ratu Zalecha akan mendorong optimalisasi pendaftaran online melalui WhatsApp dan aplikasi Mobile JKN, serta mempertimbangkan pembatasan jumlah pasien per hari guna meningkatkan kualitas pelayanan.

“Harapannya masyarakat bisa memanfaatkan pendaftaran online, dan kami juga akan berupaya menambah SDM medis agar pelayanan di poli, IGD, dan rawat inap tidak saling tumpang tindih,” pungkasnya.*Srf

Author: Damkarnews
Damkarnews