Damkarnews.com, BANJAR — Kisah seorang ibu asal Kelurahan Jawa, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, yang kesulitan membayar biaya persalinan di RSUD Ratu Zalecha Martapura, mendapat perhatian dari Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Selatan, H. Muhammad Rofiqi.
Ibu bernama Hidayah (39) sebelumnya menyampaikan permohonan bantuan melalui media sosial. Ia mengaku tidak memiliki biaya untuk melunasi tagihan persalinan setelah melahirkan seorang bayi perempuan di RSUD Ratu Zalecha Martapura.
Biaya persalinan yang harus ditanggung Hidayah dan keluarganya mencapai lebih dari Rp13 juta. Kondisi tersebut membuat Hidayah meminta uluran tangan masyarakat agar dapat melunasi biaya rumah sakit.
Permohonan bantuan itu kemudian diketahui H. Muhammad Rofiqi. Tergerak untuk membantu, Rofiqi kemudian memberikan bantuan untuk melunasi biaya persalinan Hidayah.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rofiqi mengaku bersyukur masih diberi kesempatan untuk berbagi rezeki dan membantu sesama.
“Alhamdulillah ibu yang melahirkan sudah selamat. Sedangkan biaya persalinan atau melahirkan dibantu Allah SWT melalui tangan kami,” ujar Rofiqi.
Rofiqi juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi yang dialami Hidayah. Menurutnya, persoalan biaya tidak semestinya menjadi hambatan bagi masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, khususnya dalam kondisi penting seperti persalinan.
Ia berharap ke depan seluruh pihak terkait dapat bersama-sama memperkuat pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat tidak mampu, termasuk memastikan adanya solusi bagi warga yang kesulitan memenuhi biaya persalinan di rumah sakit.
“Melalui kebersamaan, kekeluargaan, solidaritas dan peduli terhadap masyarakat kurang mampu, mari kita saling membantu. Dengan begitu, tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan,” katanya.
Sementara itu, Hidayah bersama suaminya, Muhammad Riski, menyampaikan rasa terima kasih kepada Rofiqi atas bantuan yang diberikan.
“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada Bapak H. Muhammad Rofiqi yang telah membantu melunasi biaya melahirkan di rumah sakit. Kami doakan semoga Bapak H. Muhammad Rofiqi sehat dan sukses selalu,” ujar Hidayah dan Riski.
Sebelumnya, Hidayah terpaksa meminta bantuan masyarakat lantaran tidak mampu membayar biaya persalinan yang mencapai lebih dari Rp13 juta tersebut.
Ia bahkan baru dapat keluar dari rumah sakit bersama bayinya setelah membayar uang jaminan sebesar Rp500 ribu kepada pihak rumah sakit.
Kini, beban tersebut telah teratasi setelah Rofiqi turun tangan membantu melunasi biaya persalinannya. Bagi Hidayah dan keluarga, bantuan tersebut bukan sekadar soal melunasi tagihan rumah sakit, tetapi juga menjadi bukti bahwa kepedulian dan gotong royong masih hadir di tengah masyarakat.





