Damkarnews.com, BANJAR – Kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mulai berdampak pada ketersediaan air bersih sekaligus meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut turut memicu munculnya kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Di tengah situasi tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banjar mengambil langkah spiritual dengan menggelar Salat Istisqa, yakni salat sunah untuk memohon turunnya hujan.
Salat Istisqa dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 25 Agustus 2026, mulai pukul 07.00 WITA hingga selesai, bertempat di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ratu Zaleha, Martapura.
Sekretaris MUI Kabupaten Banjar, H. Ahmad Fauzan Asniah, saat ditemui di acara kegiatannya, Minggu (23/8/2026), mengatakan pelaksanaan Salat Istisqa merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadapi kondisi kemarau dan kabut asap yang semakin memprihatinkan.
“Ini merupakan bagian dari ikhtiar kita. Saat ini kondisi karhutla merebak di mana-mana, bahkan Kalimantan Selatan lagi berjibaku dengan asap. Oleh karena itu, MUI Kabupaten Banjar terpanggil untuk melaksanakan Salat Istisqa di Martapura pada tanggal 25 mendatang,” ujar Ahmad Fauzan.
Menurutnya, momentum tersebut diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk bersama-sama bermunajat, memohon pertolongan Allah SWT agar kemarau segera berakhir dan hujan kembali turun.
MUI Kabupaten Banjar pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan mengikuti salat serta doa bersama tersebut.
“Kami berharap masyarakat ikut bersama-sama berhadir untuk berdoa dan berikhtiar. Mudah-mudahan kabut asap ini berakhir, kemarau segera usai, dan hujan turun di Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Banjar,” lanjutnya.
Untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar, panitia telah melakukan koordinasi dengan jajaran pemerintah daerah serta aparat kepolisian. Persiapan teknis maupun kebutuhan pendukung ibadah disebut telah memasuki tahap akhir.
Hingga menjelang hari pelaksanaan, tingkat kesiapan kegiatan diperkirakan telah mencapai 90 persen.
Sinergi juga telah dilakukan bersama Pemkab Banjar dan Polres Banjar, termasuk dalam menyiapkan fasilitas bagi masyarakat yang akan mengikuti Salat Istisqa.
Salah satu dukungan yang disiapkan adalah pengerahan mobil Water Cannon dari Kapolres Banjar ke lokasi kegiatan.
Kendaraan tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu menyediakan air bagi kebutuhan wudu para jemaah.
Pelaksanaan Salat Istisqa ini tidak hanya menjadi momentum untuk memperbanyak doa dan istighfar, tetapi juga diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat agar melakukan introspeksi serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Di tengah maraknya karhutla, masyarakat juga diharapkan ikut berperan mencegah berbagai aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk pembukaan lahan dengan cara membakar.
Selain ikhtiar spiritual, kepedulian sosial juga dinilai penting. Masyarakat yang memiliki kemampuan dapat membantu warga terdampak kekeringan, antara lain melalui distribusi air bersih dan berbagai bentuk bantuan lainnya.
Dengan menggabungkan ikhtiar spiritual, kepedulian sosial, serta upaya menjaga lingkungan, MUI Kabupaten Banjar berharap kondisi kemarau dan kabut asap segera berakhir.
Masyarakat pun diharapkan dapat bersatu memanjatkan doa agar hujan segera turun, ketersediaan air kembali mencukupi, dan wilayah Kalimantan Selatan, khususnya Kabupaten Banjar, kembali sejuk serta terbebas dari ancaman karhutla.





