Kecelakaan Maut di G Obos Palangka Raya, Sopir Terjepit Dievakuasi dengan Alat Ekstrikasi

Bagikan

Damkarnews.com, PALANGKA RAYA – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan G Obos, Kota Palangka Raya, Sabtu (11/7/2026) dini hari. Seorang sopir mobil ditemukan terjepit di dalam kabin kendaraan yang ringsek setelah diduga menabrak kendaraan lain. Meski Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi dramatis menggunakan peralatan ekstrikasi, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Korban diketahui bernama Masius Joni (31), warga Desa Tumbang Kalang. Berdasarkan informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya pada pukul 03.30 Wib, kecelakaan diduga dipicu kondisi korban yang mengalami kelelahan saat mengemudikan kendaraannya.

Akibat benturan keras, bagian depan mobil mengalami kerusakan parah hingga kabin penyok dan menjepit tubuh korban. Kondisi tersebut membuat korban tidak dapat keluar dari kendaraan dan membutuhkan bantuan evakuasi khusus.

Menerima laporan tersebut, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 03.42 Wib. Bersama personel Satlantas Polresta Palangka Raya, Relawan Putra Pahandut, dan warga sekitar, petugas segera melakukan penyelamatan menggunakan peralatan ekstrikasi untuk membuka badan kendaraan yang ringsek.

Proses evakuasi berlangsung menegangkan. Petugas harus bekerja ekstra hati-hati memotong bagian kendaraan yang menjepit korban agar dapat dikeluarkan tanpa menimbulkan risiko tambahan.

Setelah sekitar 30 menit berjibaku di lokasi kejadian, korban akhirnya berhasil dievakuasi dari dalam kabin pada pukul 04.10 Wib. Namun, korban dinyatakan telah meninggal dunia dan selanjutnya dibawa ke RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya untuk penanganan lebih lanjut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya, A.A. Ketut Alit Supartana, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi dan kerja cepat seluruh unsur SAR gabungan sehingga proses evakuasi dapat dilaksanakan dengan aman dan lancar. Kami juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban,” katanya.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya berkendara dalam kondisi tubuh yang tidak prima. Basarnas mengimbau para pengendara agar tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan ketika mengantuk atau kelelahan.

“Pastikan kondisi fisik dalam keadaan baik dan beristirahat yang cukup sebelum berkendara. Kelelahan dapat menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas,” imbau Ketut.

Operasi evakuasi melibatkan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya, Satlantas Polresta Palangka Raya, Relawan Putra Pahandut, serta masyarakat sekitar yang turut membantu proses penanganan di lokasi kejadian.

Author: Damkarnews
Damkarnews