Kabut Asap Karhutla Mengancam ISPA, Perumda PBB Imbau Pedagang dan Pengunjung Pasar Gunakan Masker

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR — Ancaman gangguan kesehatan akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk Perumda Pasar Bauntung Batuah (PBB) Kabupaten Banjar.

Sebagai pengelola pasar yang setiap hari menjadi pusat aktivitas masyarakat, Perumda PBB turut mengambil langkah antisipasi untuk melindungi pedagang maupun pengunjung dari potensi gangguan kesehatan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Direktur Perumda PBB Kabupaten Banjar, Rusdiansyah, saat dihubungi melalui telepon WhatsApp, Jumat (28/8/2026), mengatakan pihaknya telah menginstruksikan petugas di lapangan untuk turut menyosialisasikan pentingnya penggunaan masker di lingkungan pasar.

Menurutnya, imbauan tersebut disampaikan secara langsung kepada masyarakat melalui pengeras suara yang tersedia di kawasan pasar.

“Setidaknya kami melakukan sosialisasi melalui pengeras suara oleh petugas Perumda yang ada di lapangan untuk menggalakkan penggunaan masker. Ini sebagai langkah antisipasi agar pedagang maupun pengunjung pasar terhindar dari kemungkinan terdampak ISPA akibat kabut asap,” ujar Rusdiansyah.

Ia menambahkan, kondisi kabut asap yang berpotensi mengganggu kualitas udara perlu diantisipasi bersama. Pasar sebagai ruang publik dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi dinilai perlu mendapatkan perhatian dalam upaya perlindungan kesehatan.

Karena itu, Perumda PBB mengimbau para pedagang dan pengunjung untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kondisi udara mulai dipengaruhi kabut asap.

Penggunaan masker diharapkan menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat saat beraktivitas di luar ruangan maupun di kawasan pasar.

“Yang paling penting masyarakat tetap menjaga kesehatan dan menggunakan masker ketika beraktivitas. Kami juga akan terus mengingatkan melalui petugas yang ada di lapangan,” katanya.

Perumda PBB memastikan sosialisasi akan terus dilakukan sebagai bagian dari langkah antisipasi selama kondisi kabut asap akibat karhutla masih berpotensi terjadi.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi risiko gangguan pernapasan sekaligus meningkatkan kesadaran pedagang dan pengunjung pasar untuk bersama-sama menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang baik.

Author: Damkarnews
Damkarnews