Damkarnews.com, BANJAR – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kabupaten Banjar tidak hanya diisi dengan berbagai kegiatan hiburan dan perlombaan. Momentum tersebut juga menjadi pengingat pentingnya memperkuat perlindungan kesehatan serta pemenuhan hak anak di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Peringatan HAN yang digelar Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Provinsi Kalimantan Selatan di Guest House Sultan Sulaiman, Martapura, Minggu (19/7/2026) pagi, berlangsung meriah dengan penampilan seni anak, pembagian hadiah lomba, serta sejumlah kegiatan edukatif.
Kegiatan tersebut dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa anak harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam pembangunan.
Menurutnya, anak bukan sekadar penerima manfaat pembangunan, tetapi juga memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, mendapatkan perlindungan, serta berpartisipasi dalam kehidupan sosial.

“Sayang anak, lindungi dan bangun masa depan,” menjadi tema yang diusung dalam peringatan HAN tahun ini. Yudi menilai, kasih sayang terhadap anak harus diwujudkan melalui pengasuhan yang berkualitas, pendidikan yang baik, serta akses pelayanan kesehatan yang optimal.
Ia menyebutkan, cakupan Imunisasi Rutin Lengkap di Kabupaten Banjar pada 2025 mencapai 76,5 persen. Sementara itu, sebanyak 112 desa telah berstatus Universal Child Immunization (UCI).
Meski capaian tersebut terus didorong, Yudi menegaskan perlindungan kesehatan anak masih menjadi pekerjaan bersama. Salah satunya melalui percepatan penurunan stunting yang menunjukkan tren perbaikan pada 2026.
“Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, mulai dari dampak negatif media digital hingga persoalan kesehatan mental, kolaborasi pemerintah, keluarga, dan organisasi profesi seperti IDAI menjadi sangat penting,” ujarnya.

Penguatan Posyandu dan kolaborasi lintas sektor, lanjutnya, menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan anak. Pemerintah juga mengapresiasi berbagai kontribusi IDAI Kalsel, mulai dari seminar medis tentang stunting, edukasi imunisasi, hingga sunatan massal.
Ketua Panitia Pelaksana, Richi Aditya, menambahkan bahwa perlindungan anak harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya menyangkut pendidikan dan kesehatan, tetapi juga pencegahan bullying serta kekerasan dalam rumah tangga.
“Seremonial ini bukan sekadar pengumuman pemenang lomba, tetapi menjadi upaya membangun karakter sekaligus mewujudkan anak-anak Kabupaten Banjar yang lebih sehat dan sejahtera,” katanya.
Rangkaian kegiatan HAN 2026 juga akan dilanjutkan dengan sejumlah kegiatan sosial, termasuk sunatan massal yang bekerja sama dengan Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar.
Selain itu, IDAI Kalsel menggandeng AirNav Indonesia dalam mendukung penanganan stunting melalui bantuan pendanaan bagi anak-anak yang membutuhkan di Kabupaten Banjar.
“AirNav akan memberikan bantuan dana untuk mendukung penanganan anak stunting di Kabupaten Banjar,” ujar Richi.
Sementara itu, Sekda Banjar H Yudi Andrea mengajak anak-anak untuk terus belajar, berkarya, dan berani mengejar cita-cita.
“Kalian adalah aset berharga yang akan membawa Kabupaten Banjar dan Kalimantan Selatan menuju masa depan yang lebih baik,” tuturnya.


