Cetak Aparatur Desa Profesional, Pemkab Banjar Gelar Bimtek Penguatan Kelembagaan dan Pelayanan Publik

Bagikan

Damkarnews.com, BANJARBARU – Pemerintah Kabupaten Banjar terus berupaya memperkuat kapasitas kelembagaan desa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur desa. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kelembagaan di Desa dan Pemerintah Desa se-Kecamatan Martapura Tahun 2026 yang berlangsung di Ballroom Hotel Novotel Banjarbaru, Sabtu-Minggu (27-28/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Kelembagaan di Desa dan Pemerintah Desa untuk Optimalisasi Peran Kelembagaan dalam Mendorong SDM Unggul dan Pelayanan Publik Prima yang Berkualitas Se-Kecamatan Martapura Tahun 2026” ini diikuti oleh 105 peserta dari 17 desa di Kecamatan Martapura.

Bimtek tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Banjar, M. Hafidzh Anshari, yang mewakili Bupati Banjar Saidi Mansyur.

Dalam sambutan tertulisnya, Bupati Banjar mengapresiasi DPK APDESI Kecamatan Martapura yang telah menginisiasi kegiatan peningkatan kapasitas aparatur desa tersebut. Menurutnya, desa merupakan ujung tombak pelayanan pemerintah kepada masyarakat sehingga kualitas pelayanan di tingkat desa akan sangat menentukan citra pemerintah daerah secara keseluruhan.

“Besarnya kewenangan dan anggaran yang dikelola desa harus diimbangi dengan tanggung jawab yang besar dalam pelaksanaannya. Karena itu, penguatan kapasitas aparatur desa menjadi sangat penting,” ujar Saidi Mansyur.

Bupati menegaskan ada tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian aparatur desa. Pertama, penguatan SDM dan profesionalisme aparatur desa, termasuk kemampuan komunikasi publik, etika pelayanan, serta penerapan pelayanan prima kepada masyarakat.

Kedua, pentingnya sinergi antara pemerintah desa, PKK, BPD, serta berbagai kelembagaan desa lainnya dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik seperti jalan dan jembatan, tetapi juga pembangunan sosial, termasuk penanganan stunting dan peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.

Ketiga, seluruh aparatur desa harus memahami dan mematuhi regulasi yang berlaku, terutama dalam pengelolaan keuangan dan aset desa agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Selain sebagai sarana peningkatan kapasitas, Bupati juga berharap kegiatan tersebut menjadi wadah berbagi pengalaman, inovasi, serta praktik-praktik terbaik antar desa dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat kolaborasi dan saling bertukar pengalaman demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Banjar, M. Hafidzh Anshari, menilai kegiatan bimtek tersebut sangat positif karena berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat desa.

Menurutnya, materi yang diberikan tidak hanya terkait tata kelola pemerintahan desa, tetapi juga mencakup kemampuan public speaking, personal grooming, serta pelayanan prima kepada masyarakat.
“Kegiatan ini sangat bagus karena bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan di desa. Aparatur desa dibekali kemampuan komunikasi, penampilan, hingga bagaimana memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat sehingga pelayanan bisa berjalan sesuai harapan,” katanya.

Hafidzh menambahkan, Pemerintah Kabupaten Banjar terus mendorong peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa, baik pembakal, perangkat desa, maupun anggota BPD.

“Kalau kualitas sumber daya manusianya baik dan pelayanan kepada masyarakat semakin prima, maka cita-cita mewujudkan desa yang maju, mandiri, sejahtera dan berdaya saing akan lebih mudah tercapai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan serupa juga dapat dilaksanakan di kecamatan lain sesuai perencanaan dan kebutuhan masing-masing desa, baik melalui APBDes, BKAD maupun organisasi APDESI setempat.
Bentuk Karakter Pelayan Masyarakat

Di kesempatan yang sama, Camat Martapura Fahrian Rahman menyampaikan apresiasi kepada DPK APDESI Kecamatan Martapura yang telah menggagas kegiatan tersebut.

Menurut Fahrian, bimtek ini tidak hanya diikuti oleh para pembakal, tetapi juga Ketua Tim Penggerak PKK Desa dan perangkat desa. Hal ini penting untuk memperkuat kapasitas seluruh unsur kelembagaan desa dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kegiatan ini bukan hanya meningkatkan kapasitas, tetapi juga membentuk kepribadian dan karakter para pelaku pelayanan publik di desa agar mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai selama ini sistem pelayanan dan SOP di desa sudah berjalan cukup baik. Namun, aspek kepuasan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh prosedur, melainkan juga oleh sikap, komunikasi, dan kemampuan aparatur dalam melayani warga.

“Bagaimana aparatur desa mampu menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat, membangun kemitraan yang baik dengan BPD, mengoptimalkan peran PKK, hingga memberikan pelayanan administrasi yang memuaskan kepada masyarakat. Itu yang menjadi harapan dari kegiatan ini,” jelasnya.

Fahrian berharap hasil dari bimtek tersebut dapat diterapkan langsung di desa masing-masing sehingga memberikan nilai tambah terhadap kualitas pelayanan publik dan meningkatkan kepuasan masyarakat.

“Minimal ada nilai plus yang dirasakan masyarakat dari pelayanan yang diberikan aparatur desa setelah mengikuti kegiatan ini. Mudah-mudahan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua APDESI Kabupaten Banjar, Ketua APDESI Kecamatan Martapura, para pembakal, Ketua Tim Penggerak PKK Desa, perangkat desa, serta unsur kelembagaan desa se-Kecamatan Martapura.

Author: Damkarnews
Damkarnews