Damkarnews.com, BANJAR – Di tengah kemarau panjang yang melanda Kabupaten Banjar, mendapatkan air bersih menjadi perjuangan tersendiri bagi sebagian warga. Sumur yang mulai mengering membuat masyarakat harus menghemat setiap tetes air demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melihat kondisi tersebut, Kapolres Banjar AKBP Boni Ariefianto turun menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Indrasari, Kecamatan Martapura. Sebanyak 10.000 liter air bersih didistribusikan menggunakan dua truk tangki untuk membantu memenuhi kebutuhan lebih dari 100 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekeringan.
Bantuan ini menjadi angin segar bagi warga yang selama berbulan-bulan menghadapi keterbatasan pasokan air bersih akibat musim kemarau.
Salah seorang warga, Sri Ningsih, mengungkapkan beratnya kondisi yang dialami keluarganya. Sumur di rumahnya yang memiliki kedalaman sekitar delapan meter kini hampir kering. Air yang tersisa hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan paling mendasar.
“Luar biasa kekeringannya, makanya kami sangat mengharap bantuan dari pemerintah. Dalam sehari cuma dapat satu ember cat ini, itu pun cuma cukup buat minum dan harus diirit-irit,” ungkap Sri Ningsih.

Keterbatasan air membuat warga harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Untuk mandi, mencuci pakaian, hingga membersihkan peralatan rumah tangga, sebagian warga terpaksa mengandalkan air irigasi.
Bagi Sri, bantuan air bersih yang disalurkan Polres Banjar sangat berarti, meski kebutuhan warga masih jauh dari cukup. Ia berharap distribusi bantuan tidak berhenti pada satu kali penyaluran, melainkan dilakukan secara rutin selama kekeringan masih berlangsung.
“Jelas masih kurang banget. Mudah-mudahan ke depannya bisa datang seminggu sekali atau seminggu dua kali,” harapnya.
Kapolres Banjar AKBP Boni Ariefianto mengatakan, penyaluran air bersih merupakan bagian dari kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Menurutnya, perhatian kepada warga tidak hanya difokuskan pada penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga pada dampak kemarau yang mengganggu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Selain fokus pada pemadaman api karhutla, kami juga menggelar kegiatan sosial untuk memperhatikan masyarakat yang terdampak bencana kekeringan,” ujar Boni.

Berdasarkan pendataan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui posko bencana, terdapat 16 lokasi desa di sejumlah kecamatan di Kabupaten Banjar yang teridentifikasi mengalami krisis air bersih.
Penyaluran bantuan direncanakan berlangsung secara berkala dan bergiliran ke wilayah-wilayah terdampak lainnya. Langkah ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang masih kesulitan mendapatkan air bersih.
Polres Banjar juga akan berkoordinasi dengan BPBD dan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti usulan masyarakat mengenai penyediaan tandon air darurat di kawasan permukiman.
“Nanti kita akan evaluasi bersama rekan-rekan posko di BPBD. Untuk lokasi desa yang terdampak kekeringan, akan kita usulkan penempatan tandon-tandon air. Jadwal pengisiannya akan kita atur per hari agar kebutuhan warga terus terpenuhi,” jelas Boni.
Dalam kegiatan kemanusiaan tersebut, Polres Banjar turut menggandeng Bhayangkari Cabang Banjar. Selain bantuan air bersih, warga juga menerima paket sembako, sementara anak-anak mendapatkan tambahan vitamin.

