Damkarnews.com, BANJAR – Bencana tanah longsor terjadi di Desa Tanah Abang RT 01, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 15.30 WITA. Longsor dipicu curah hujan berintensitas tinggi yang menyebabkan abrasi dan pergerakan tanah di bantaran sungai.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah rumah warga yang berada di dekat titik longsoran mengalami kerusakan, terutama pada bagian dapur dan area belakang rumah.
Berdasarkan laporan kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Banjar, terdapat enam rumah dengan tujuh kepala keluarga terdampak dalam peristiwa tersebut. Total warga terdampak mencapai 19 jiwa.
Adapun warga yang terdampak yakni Nor Aidah, Badri, Alpisah, Saipullah, Muhammad Syawal Rafiqi Hidayat, Abdullah, dan Masrofah.
Meski menyebabkan kerusakan rumah, bencana ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka-luka.

Saat ini kondisi akses jalan menuju lokasi longsor masih aman dan dapat dilalui kendaraan. Namun, warga diminta tetap waspada lantaran tanah di sekitar lokasi masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan, terlebih curah hujan di wilayah tersebut masih cukup tinggi.
Untuk sementara waktu, warga terdampak mengungsi ke rumah keluarga terdekat guna menghindari risiko bahaya longsor lanjutan.
BPBD Kabupaten Banjar melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) telah melakukan koordinasi dengan perangkat desa dan warga setempat, sekaligus melaksanakan kaji cepat serta pengecekan kondisi rumah terdampak di lokasi kejadian.
Selain itu, pada Minggu malam sekitar pukul 19.16 WITA, BPBD Kabupaten Banjar juga menyiapkan pengiriman sebanyak 40 paket bantuan logistik ke Desa Tanah Abang. Pengiriman bantuan dipimpin langsung Plt Kasi Kedaruratan bersama staf dan anggota TRC BPBD Kabupaten Banjar.
Petugas juga telah memasang imbauan kewaspadaan kepada warga agar tidak berada di sekitar titik longsor dan terus melakukan pemantauan kondisi tanah guna mengantisipasi longsor susulan.
Saat ini kebutuhan mendesak di lokasi meliputi bantuan logistik untuk warga terdampak, perlengkapan darurat seperti police line dan rambu peringatan, pemantauan lanjutan kondisi tebing longsor, serta material penanganan darurat area longsor.*Srf


