Bendungan Riam Kiwa Ditarget Rampung 2028, 80 Persen Lahan Sudah Clear

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Proyek pembangunan Bendungan Riam Kiwa di Kabupaten Banjar kini memasuki tahap percepatan setelah sekitar 80 persen lahan dinyatakan clear and clean. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama sejumlah instansi terkait pun mulai mematangkan langkah menuju realisasi pembangunan bendungan strategis tersebut.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi percepatan Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (PDSK) pembangunan Bendungan Riam Kiwa yang digelar di Ruang Rapat H Maksit lantai 3 Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Senin (11/5/2026).

Rapat dihadiri Bupati Banjar H Saidi Mansyur, Sekda Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin, Balai Wilayah Sungai (BWS), Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kejaksaan Tinggi, Tim Terpadu PDSK, hingga sejumlah pejabat terkait lainnya.

Sekda Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin mengatakan, progres pembebasan lahan menjadi salah satu poin penting dalam percepatan proyek tersebut. Menurutnya, masyarakat pemilik lahan sebagian besar telah menyepakati proses ganti rugi tanam tumbuh.

“Untuk sekitar 80 persen lahan sudah clear dan clean. Masyarakat juga sudah sepakat terkait ganti rugi, apalagi dari pihak BWS menyampaikan anggaran sudah tersedia,” ujarnya.

Sementara itu, 20 persen lahan sisanya akan diselesaikan secara bertahap sembari tahapan pembangunan terus berjalan.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga telah menyusun timeline percepatan pembangunan agar proses administrasi, legalitas hingga pelaksanaan fisik tidak berjalan terlalu lama.

“Kita menargetkan tahun 2028 bendungan ini sudah selesai,” tambah Syarifuddin.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah masih menunggu legal opinion atau pendapat hukum terkait tahapan verifikasi dan pelaksanaan pembangunan.

Di sisi lain, Bupati Banjar H Saidi Mansyur menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pembangunan Bendungan Riam Kiwa. Menurutnya, proyek tersebut memiliki manfaat besar bagi masyarakat, khususnya untuk pengendalian banjir dan mendukung sektor pertanian.

“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat, kami sangat mengapresiasi tahapan yang sudah berjalan selama ini,” ucap Saidi.

Selain pengendalian banjir dan irigasi pertanian, bendungan tersebut juga dinilai berpotensi mendukung sektor perikanan hingga pembangkit listrik di wilayah Kabupaten Banjar dan sekitarnya.

Dalam rapat itu juga disepakati sejumlah poin penting terkait inventarisasi dan identifikasi lahan yang akan menjadi dasar percepatan pelaksanaan pembangunan Bendungan Riam Kiwa.

Author: Damkarnews
Damkarnews