Damkarnews.com, SURABAYA – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Kesehatan bersama DPRD Kabupaten Banjar melakukan kunjungan kerja ke RSUD Eka Candrarini, Jumat (8/5/2026). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai langkah memperkuat perencanaan pembangunan dan pengelolaan rumah sakit modern di Kabupaten Banjar.
Rombongan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar dipimpin langsung Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H. Noripansyah. Sementara rombongan DPRD Kabupaten Banjar dipimpin Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Banjar H. Ali Murtadho, didampingi Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar Hj. Anna Rusiana bersama Wakil Ketua Habib Abu Bakar Bahasyim, serta anggota Komisi IV lainnya.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H. Noripansyah mengatakan, kunjungan kerja tersebut bertujuan mempelajari berbagai aspek penting dalam pembangunan rumah sakit yang dilakukan secara multi years atau tahun jamak.
Menurutnya, ada sejumlah hal strategis yang dipelajari dari RSUD Eka Candrarini, mulai dari konstruksi pembangunan, perencanaan anggaran hingga kesiapan operasional rumah sakit.

“Melalui kunjungan ini kami melakukan studi komparatif berkaitan dengan konstruksi multi years, mempelajari persiapan perencanaan anggaran, regulasi penganggaran multi years, strategi pengadaan barang dan jasa pembangunan rumah sakit, hingga strategi persiapan operasional dan SDM,” ujarnya.
RSUD Eka Candrarini sendiri diketahui merupakan rumah sakit milik Pemerintah Kota Surabaya yang diresmikan pada 18 Desember 2024. Pembangunan rumah sakit tersebut dimulai sejak Agustus 2023 dan kini menjadi salah satu fasilitas kesehatan modern di wilayah Surabaya Timur.
Rumah sakit kelas C yang berlokasi di Jalan Medokan Asri Tengah, Surabaya itu mengusung konsep smart hospital dan green building dengan memadukan teknologi digital serta desain ramah lingkungan dalam pelayanan kesehatan.
Selain itu, RSUD Eka Candrarini juga memiliki layanan unggulan kesehatan ibu dan anak dengan fasilitas modern berupa delapan lantai dan kapasitas awal 155 tempat tidur dari total kapasitas 327 tempat tidur.
Keberadaan rumah sakit tersebut juga menjadi pusat rujukan baru bagi masyarakat Surabaya Timur sehingga mempercepat akses layanan kesehatan bagi warga sekitar.
Kunjungan kerja ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Kabupaten Banjar dalam mempersiapkan pembangunan serta pengembangan layanan kesehatan yang lebih modern, efektif, dan terintegrasi di daerah.


