Warga Martapura Geger, Pemuda Asal HSS Ditemukan Meninggal dalam Rumah Kontrakan

Bagikan

Damkarnews, BANJAR – Warga Komplek Pangeran Antasari (Kompas) Blok A Nomor 5, Kelurahan Jawa, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, digegerkan dengan penemuan seorang pemuda yang meninggal dunia di dalam rumah, Rabu (1/4/2026) sore.

Korban diketahui berinisial MR (21), warga Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Ratu Zalecha Martapura setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh tim INAFIS Polres Banjar di lokasi kejadian.

Salah seorang saksi, Muhammad Maulana, mengungkapkan bahwa kejadian bermula saat ibu korban berulang kali mencoba menghubungi anaknya sejak pagi hari, namun tidak mendapat respons.

“Dari pagi sudah ditelepon mamanya, tapi tidak diangkat. Sekitar jam dua siang, mamanya menghubungi tetangga untuk minta dicek,” ujar Maulana.

Saat dicek melalui jendela yang masih terbuka, korban terlihat dalam posisi telentang seperti sedang tidur. Informasi tersebut kemudian disampaikan kembali kepada pihak keluarga.

Namun, hingga sore hari, posisi korban tidak berubah. Hal ini menimbulkan kecurigaan sehingga pihak keluarga kembali meminta bantuan tetangga untuk memastikan kondisi korban.

“Sekitar jam enam sore, diminta lagi dicek. Karena posisinya masih sama, akhirnya minta izin untuk mendobrak pintu belakang rumah,” jelasnya.

Setelah pintu berhasil dibuka, saksi bersama warga mencoba memanggil korban dari jarak dekat, namun tidak ada respons. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada Ketua RT dan RW setempat serta pihak kepolisian.

Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan pemeriksaan dan memastikan korban telah meninggal dunia.

Menurut keterangan saksi, saat ditemukan kondisi tubuh korban masih dalam keadaan lemas dan belum menunjukkan tanda-tanda kaku. Ia memperkirakan korban telah meninggal beberapa jam sebelumnya.

Diketahui, korban merupakan seorang pelajar di Pondok Pesantren Darussalam Martapura dan dikenal sebagai pribadi yang tertutup serta jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

“Orangnya pendiam, tidak pernah kumpul-kumpul dengan tetangga. Datang sekolah, lalu di rumah saja,” jelas Maulana.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Author: Damkarnews
Damkarnews