Warga Cindai Alus Keluhkan Truk Diduga Angkut Material Galian C, Jalan Lingkungan Mulai Rusak

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Aktivitas truk pengangkut material tanah merah yang diduga berasal dari kegiatan galian C menuai keluhan warga RT 3, RT 4, dan RT 5 Desa Cindai Alus, Kabupaten Banjar. Truk bermuatan berat itu disebut rutin melintas di Jalan Ki Hadjar Dewantara yang merupakan akses lingkungan masyarakat.

Warga menilai lalu lalang kendaraan berat tersebut menyebabkan kondisi jalan mulai mengalami kerusakan dan membahayakan pengguna jalan. Kekhawatiran semakin besar karena jalur itu setiap hari juga dilintasi para santri Pondok Pesantren Darul Hijrah Putra.

Selain menjadi akses utama warga sekitar, Jalan Ki Hadjar Dewantara juga merupakan penghubung antara Desa Cindai Alus dengan Desa Tungkaran dan Melintang menuju sekolah, pondok pesantren, hingga kawasan perikanan masyarakat.

Meski aktivitas pengangkutan material kini disebut beralih melalui Desa Tungkaran, truk-truk tersebut masih tetap melintasi kawasan RT 4, RT 5, dan RT 6 Desa Cindai Alus.

“Masarakat berharap aktivitas pengangkutan material itu dihentikan karena jalan ini merupakan jalan lingkungan warga,” ujar salah seorang warga, saat ditemui Selasa (12/5/2026).

Warga pun meminta Pemerintah Kabupaten Banjar melalui instansi terkait segera turun tangan meninjau kondisi jalan serta aktivitas kendaraan berat yang terus berlangsung di kawasan tersebut.

Menanggapi keluhan itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRP Kabupaten Banjar, Jimmy, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait kerusakan Jalan Ki Hadjar Dewantara.

Menurut Jimmy, sebelumnya kondisi jalan tersebut dalam keadaan baik. Namun dalam beberapa waktu terakhir mulai mengalami kerusakan setelah sering dilalui kendaraan berat.

“Dulu jalannya bagus. Setelah ada aduan, tim kami turun survei dan ternyata memang ada kerusakan. Jadi segera kami tangani,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Ia mengaku pihaknya juga mendapat informasi terkait dugaan aktivitas galian C di sekitar lokasi. Meski belum memastikan secara langsung, kendaraan berat diduga menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan.

“Kami mendapat informasi ada aktivitas galian C. Mudah-mudahan tidak benar. Tapi kalau memang ada, harapan kami aparat desa dan stakeholder terkait bisa berkomunikasi dengan baik agar jalan yang nanti diperbaiki tidak kembali rusak,” katanya.

Jimmy memastikan Jalan Ki Hadjar Dewantara merupakan jalan kabupaten, sementara jalan di sisi irigasi berstatus jalan inspeksi milik Balai Wilayah Sungai (BWS).

Untuk penanganan awal, Dinas PUPRP Kabupaten Banjar akan melakukan perbaikan sementara menggunakan material agregat sambil menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.

“Sementara ini kita agregat dulu. Nanti kita lihat perkembangan kondisi di lapangan dan kemampuan anggaran yang ada,” pungkasnya.

Author: Damkarnews
Damkarnews