Damkarnews.com, BANJAR – Meningkatnya angka harapan hidup masyarakat menjadi capaian positif pembangunan sekaligus menghadirkan tantangan baru. Pemerintah dan masyarakat dituntut memastikan warga lanjut usia (lansia) tetap mendapatkan perhatian, hidup sejahtera, mandiri, serta memiliki ruang untuk terus berkontribusi.
Merespons kondisi tersebut, Pimpinan Daerah (PD) Aisyiyah Kabupaten Banjar menggelar Lokakarya Strategi Daerah Kelanjutusiaan di Aula Baiman Bapperida Kabupaten Banjar, Rabu (26/8/2026) pagi.
Kegiatan yang digagas melalui Program Inklusi Aisyiyah tersebut menjadi langkah awal untuk menyusun strategi dan Rencana Aksi Daerah (RAD) Kelanjutusiaan yang diharapkan mampu melahirkan kebijakan serta program konkret bagi peningkatan kualitas hidup lansia di Kabupaten Banjar.
Lokakarya dibuka secara resmi oleh Bupati Banjar H. Saidi Mansyur yang diwakili Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar, Hj. Erny Wahdini.
Erny mengatakan, isu kelanjutusiaan merupakan persoalan strategis yang membutuhkan perhatian bersama dan penanganan lintas sektor. Karena itu, pemerintah daerah membutuhkan dukungan organisasi kemasyarakatan, termasuk Aisyiyah dan Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Banjar.

“Pemerintah Daerah menyambut baik kegiatan ini. Ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan. Kita ingin membangun komitmen bersama yang nantinya dapat diwujudkan dalam bentuk regulasi daerah, baik itu Peraturan Bupati (Perbup) maupun Peraturan Daerah (Perda),” ujar Erny.
Menurutnya, lokakarya tersebut tidak berhenti pada forum diskusi. Hasilnya akan ditindaklanjuti melalui sejumlah kegiatan teknis, seperti workshop dan diskusi terarah, untuk merumuskan kebijakan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan lansia di Kabupaten Banjar.
Erny juga mengingatkan pentingnya mengubah cara pandang terhadap kelompok lanjut usia. Lansia, katanya, tidak semestinya dilihat sebagai beban, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang tetap memiliki kemampuan, pengalaman, dan potensi untuk berkontribusi.

“Program kelanjutusiaan ini tidak bisa dikerjakan sendiri oleh pemerintah maupun Aisyiyah saja. Kita harus menyamakan persepsi agar semua pihak memahami bahwa perhatian terhadap lansia adalah tanggung jawab bersama. Harapannya, para lansia di Kabupaten Banjar tetap dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah,” katanya.
Ketua PD Aisyiyah Kabupaten Banjar, Hj. Nadiyah, mengatakan peningkatan angka harapan hidup merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan. Namun, capaian tersebut harus diikuti dengan kebijakan yang mampu memastikan masyarakat dapat menjalani masa lanjut usia secara sehat, mandiri dan bermartabat.
“Peningkatan harapan hidup ini adalah bukti keberhasilan pembangunan. Namun, pada sisi lain, ini menjadi tantangan baru bagi kita bersama untuk memastikan para lansia tetap mendapat perhatian dan tidak dianggap sebagai beban,” ujar Nadiyah.

Ia menegaskan, perhatian terhadap lansia bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, tetapi juga bagian dari pemenuhan hak masyarakat. Negara bersama seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memastikan kesehatan, kesejahteraan dan kemandirian lansia tetap terjamin.
Karena itu, melalui lokakarya RAD Kelanjutusiaan, Aisyiyah berharap lahir kebijakan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh lansia di tengah masyarakat.
“Kita berharap dari kegiatan ini lahir kebijakan dan program kerja yang konkret, sehingga hak-hak serta kebutuhan dasar para lansia dapat terpenuhi secara optimal,” harapnya.
Lokakarya tersebut turut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan. Di antaranya perwakilan Kementerian Sosial RI melalui Sentra Budi Luhur Banjarbaru, BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Bapperida Kabupaten Banjar, Kementerian Agama, jajaran camat, kepala puskesmas, kepala desa lokus program, serta organisasi keagamaan dan kemasyarakatan.
Sejumlah lembaga yang turut hadir antara lain MUI, Muhammadiyah, PWRI, Baznas, Lazismu hingga insan pers.
Keterlibatan banyak pihak tersebut diharapkan menjadi awal dari gerakan bersama untuk membangun lingkungan yang lebih ramah lansia. Dengan begitu, bertambahnya usia harapan hidup tidak hanya berarti masyarakat hidup lebih lama, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menjalani usia senja dengan sehat, dihargai, mandiri dan tetap berarti bagi keluarga maupun pembangunan daerah.





