Damkarnews.com, BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar menegaskan pentingnya penguatan data sebagai fondasi pembangunan daerah. Hal itu mencuat dalam audiensi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjar dan PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Martapura di Mahligai Sultan Adam, Senin (11/4/2025) pagi.
Pertemuan tersebut tak sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi ruang strategis untuk menyatukan langkah dalam menyongsong pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sekaligus memperkuat integrasi data lintas sektor.
Kepala BPS Kabupaten Banjar, Roy Suryanto, mengungkapkan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan digelar mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Ia menilai dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menyukseskan agenda nasional tersebut.
“Sensus ini akan memberikan potret utuh kondisi ekonomi masyarakat, sehingga dapat menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Tak hanya itu, BPS bersama PLN juga tengah menjalankan kolaborasi melalui kegiatan ground check atau verifikasi lapangan data pelanggan listrik. Data tersebut nantinya akan diintegrasikan dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) guna meningkatkan akurasi dan kualitas basis data pemerintah.
Manager PLN ULP Martapura, Eko Bagus Ariwibawa, menegaskan pihaknya siap turun langsung ke lapangan untuk memastikan validitas data pelanggan.
“Kolaborasi ini penting agar data yang dihasilkan benar-benar akurat dan dapat digunakan untuk mendukung kebijakan pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Banjar H Saidi Mansyur menilai integrasi data menjadi kunci dalam menciptakan kebijakan pembangunan yang efektif dan berkelanjutan. Ia pun menyambut baik sinergi antara BPS dan PLN tersebut.
“Ini langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Kami berkomitmen mendukung penuh peningkatan kualitas data demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.


