Damkarnews.com, AMUNTAI – Kebakaran hebat yang melanda kompleks pendidikan dan Panti Asuhan Nurul Fajeri di Desa Jingah Bujur RT 01, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Senin (22/6/2026) malam, menghanguskan sedikitnya enam bangunan dan menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Kobaran api yang cepat membesar meluluhlantakkan sejumlah fasilitas pendidikan dan asrama santri. Bangunan yang terbakar meliputi laboratorium IPA, laboratorium komputer beserta puluhan unit komputer, kamar asrama putra, aula, hingga bangunan Raudhatul Athfal (RA) Nurul Fajeri.
Anggota Damkar Dinas Satpol PP dan Damkar HSU, Edy Saputra, mengatakan hasil pendataan pascakebakaran menunjukkan sebagian besar bangunan mengalami kerusakan total.
“Laboratorium IPA terbakar 100 persen. Laboratorium komputer beserta 20 unit komputer juga terbakar 100 persen. Enam kamar panti asuhan terbakar 100 persen, satu aula terbakar 100 persen, dan bangunan RA Nurul Fajeri juga habis terbakar. Sementara musala terdampak sekitar lima persen,” ujar Edy Saputra, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, api dengan cepat menjalar ke berbagai ruangan karena sebagian bangunan terbuat dari kayu dan di dalamnya terdapat banyak material yang mudah terbakar.
“Api memang membesar dengan cepat. Ditambah bangunan berbahan kayu dan banyak barang yang mudah terbakar, sehingga api cepat merambat ke bangunan lain,” jelasnya.
Beruntung, saat peristiwa terjadi tidak ada penghuni panti asuhan maupun siswa yang berada di lokasi. Para santri dan siswa diketahui telah pulang sejak libur sekolah setelah pembagian rapor pada 19 Juni 2026 lalu.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut mengakibatkan kerusakan berat pada fasilitas pendidikan dan asrama yang selama ini digunakan untuk kegiatan belajar mengajar serta pembinaan santri.
Sempat beredar informasi bahwa api turut mengancam bangunan MAN 5 Amuntai yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Namun, pihak sekolah memastikan seluruh fasilitas sekolah dalam kondisi aman.”Untuk MAN 5 Amuntai, tidak sampai terdampak api. Jadi untuk sekolah kami alhamdulillah aman dari kebakaran,” kata salah seorang guru MAN 5 Amuntai, M. Yusuf.
Usai proses pemadaman, petugas kepolisian langsung melakukan pengamanan dan memasang garis polisi di lokasi kejadian guna kepentingan penyelidikan. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat berwenang.
Informasi awal yang berkembang di lapangan menyebutkan kebakaran diduga dipicu arus pendek listrik. Namun, dugaan tersebut masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan resmi dari pihak kepolisian.


