Sekolah Rakyat Islam Pertama di Kabupaten Banjar Jadi Warisan Berharga Ponpes Hidayatullah Martapura

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Puncak peringatan Hari Peringatan Lahir (HAPLAH) ke-78 Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Martapura, Sabtu (1/8/2026), tidak hanya menjadi momentum silaturahmi dan rasa syukur, tetapi juga mengingatkan kembali sejarah panjang lembaga pendidikan Islam tersebut sebagai pelopor Sekolah Rakyat Islam (SRI) pertama di Kabupaten Banjar.

Ribuan santri dan santriwati memadati kompleks Ponpes Hidayatullah Martapura untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang mengusung tema “Bersatu Dalam Ukhuwah, Tumbuh Dalam Pengabdian, Maju untuk Peradaban”. Acara diawali dengan apel HAPLAH, dilanjutkan penampilan kesenian daerah dan lantunan selawat yang menambah semarak suasana.

Di tengah peringatan tersebut, anggota DPRD Kabupaten Banjar sekaligus alumni Ponpes Hidayatullah, H. Ahmad Fauzan, menyoroti sejarah penting keberadaan Sekolah Rakyat Islam (SRI) yang menjadi cikal bakal perkembangan pendidikan Islam di lingkungan pesantren tersebut.

Menurut Fauzan, jauh sebelum berkembang menjadi lembaga pendidikan yang besar seperti sekarang, Ponpes Hidayatullah telah lebih dahulu menghadirkan pendidikan dasar berbasis Islam melalui SRI yang berdiri sejak era 1950-an di kawasan Keraton atau Pondok Sejahtera (Semih Bahari).

“Sekolah Rakyat Islam (SRI) di sini adalah SRI pertama yang ada di Kabupaten Banjar. Bahkan saya pribadi merupakan salah satu alumni santri SRI tersebut sekitar tahun 1970-an,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan SRI menjadi fondasi penting bagi perjalanan panjang Ponpes Hidayatullah dalam mencetak generasi muslim yang berilmu dan berakhlak. Dari lembaga pendidikan dasar tersebut, pesantren kemudian terus berkembang hingga memiliki jenjang pendidikan yang lebih lengkap.

Berangkat dari akar sejarah SRI, Ponpes Hidayatullah kini telah memiliki SD Islam dan SMP Islam, selain jenjang pendidikan pesantren yang telah berjalan selama puluhan tahun. Ke depan, lembaga pendidikan tersebut juga memiliki cita-cita untuk mengembangkan pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi.

Puncak HAPLAH ke-78 turut dihadiri berbagai unsur masyarakat, alumni, dewan guru, pimpinan pondok, serta tamu undangan dari berbagai daerah. Momentum ini sekaligus menjadi refleksi atas perjalanan hampir delapan dekade Ponpes Hidayatullah Martapura dalam membangun pendidikan Islam di Kabupaten Banjar.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, H. Ariandi Noor, yang membacakan sambutan Gubernur Kalsel Muhidin, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Ponpes Hidayatullah dalam dunia pendidikan dan pembinaan generasi muda.

Menurutnya, eksistensi pesantren selama 78 tahun menjadi bukti kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, kedisiplinan, dan semangat pengabdian.

Peringatan HAPLAH ke-78 ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur serta harapan agar Yayasan Pendidikan Islam Hidayatullah Martapura terus berkembang dan semakin sukses mencetak generasi Qurani yang unggul, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Author: Damkarnews
Damkarnews