Damkarnews.com, BANJAR – Untuk memaksimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar mendapat tambahan dukungan dari pemerintah pusat. Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp20 miliar dari Presiden Prabowo Subianto diharapkan mampu memperkuat langkah pemadaman sekaligus mempercepat penanganan dampak kebakaran yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.
Bupati Banjar H Saidi Mansyur menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat menjadi suntikan kekuatan bagi daerah dalam menghadapi karhutla yang membutuhkan penanganan serius, baik dari sisi personel, peralatan maupun pembiayaan operasional.
“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Banjar, kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk memperkuat penanganan karhutla serta melindungi masyarakat dari ancaman asap,” ujar Saidi, Kamis (22/10/2026) malam.
Ia menjelaskan, penanganan karhutla bukan pekerjaan ringan. Selain harus menjangkau titik-titik kebakaran yang tersebar di sejumlah wilayah, petugas juga dihadapkan dengan kondisi lapangan yang berat serta risiko kesehatan akibat paparan asap.
Saat ini, sebanyak 260 personel gabungan telah dikerahkan untuk melakukan penanganan. Mereka terdiri dari Tim Reaksi Cepat (TRC), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Buser 690 serta relawan lintas sektoral, dengan dukungan aparat TNI dan Polri.
Dengan adanya tambahan anggaran tersebut, Pemkab Banjar berencana memperkuat kekuatan personel agar penanganan kebakaran bisa menjangkau lebih banyak titik secara cepat dan efektif.
“Keberadaan bantuan ini tentu menjadi dorongan besar bagi kami. Ke depan, kekuatan personel akan diperkuat agar respons terhadap laporan kebakaran semakin cepat, terutama di wilayah yang memiliki titik rawan karhutla,” jelasnya.
Meski demikian, Saidi menyebut mekanisme pemanfaatan Banpres Rp20 miliar tersebut, termasuk teknis penganggaran dan penempatannya dalam struktur APBD, masih dikoordinasikan dan dikonsultasikan dengan pemerintah pusat.
Di tengah upaya pemadaman yang terus berlangsung, Bupati juga mengingatkan bahwa keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada petugas di lapangan, tetapi membutuhkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat.
Ia meminta warga tidak membuka lahan dengan cara membakar karena tindakan tersebut berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas dan membahayakan lingkungan maupun kesehatan masyarakat.
“Kami berharap masyarakat ikut menjadi bagian dari upaya pencegahan. Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Jika melihat munculnya titik api, segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani sebelum meluas,” pungkasnya.

