RAKAT Resmi Dikukuhkan, Wadah Relawan Karang Intan-Aranio Siap Jadi Garda Terdepan Hadapi Bencana

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Semangat kepedulian dan gotong royong untuk kemanusiaan tumbuh dari tengah masyarakat. Organisasi kemanusiaan Relawan Aksi Karang Intan Aranio Tanggap (RAKAT) resmi dikukuhkan pada Senin (31/8/2026) siang.

Pengukuhan berlangsung di Kampung Putra Bulu, Desa Awang Bangkal Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Momentum tersebut menjadi awal langkah RAKAT untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana maupun kondisi darurat di wilayah Kecamatan Karang Intan dan Kecamatan Aranio.

Sejumlah unsur terkait turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala BPBD Kabupaten Banjar, DPKP Kabupaten Banjar, Basarnas Banjarmasin, Camat Karang Intan, Camat Aranio, Dinas Perhubungan, Ketua Buser 690 Banjar M Hasan Hamdan, PMI Kabupaten Banjar, Ketua serta pengurus EBR Kabupaten Banjar, serta seluruh pambakal dari dua kecamatan tersebut.

Mengusung jargon “Karang Intan & Aranio: Sigap Peduli Beraksi”, RAKAT hadir bukan sekadar sebagai organisasi relawan, tetapi sebagai wadah bagi masyarakat untuk bergerak bersama ketika kondisi darurat terjadi.

“Bersama-sama kita sigap dan peduli untuk Karang Intan dan Aranio yang lebih aman dan tanggap,” menjadi semangat yang digaungkan dalam momentum pengukuhan tersebut.

Ketua Umum RAKAT, M. Ali Syahbana, yang juga anggota DPRD Kabupaten Banjar ini mengatakan, pembentukan organisasi tersebut lahir dari panggilan nurani dan kepedulian terhadap kondisi masyarakat serta potensi wilayah Karang Intan dan Aranio.

Menurutnya, kedua wilayah tersebut memiliki kekayaan alam yang melimpah, namun di sisi lain juga memiliki kerentanan terhadap berbagai bencana dan kondisi darurat.

“Pembentukan RAKAT lahir dari panggilan nurani dan kepedulian. Kami melihat potensi alam Karang Intan dan Aranio yang melimpah, tetapi di saat yang sama wilayah ini juga memiliki kerentanan terhadap berbagai potensi bencana dan kondisi darurat,” ujarnya.

Ali menjelaskan, RAKAT dibentuk sebagai wadah penggerak aksi nyata kepemudaan dan kepedulian sosial di tingkat tapak. Keberadaan relawan diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam merespons berbagai persoalan kemanusiaan.

“Kami ingin RAKAT bisa menjadi mata, telinga, dan tangan kanan pemerintah di lapangan, khususnya dalam penanganan kebencanaan dan persoalan kemanusiaan,” katanya.

Antusiasme masyarakat terhadap keberadaan RAKAT juga terlihat dari jumlah anggota yang terus bertambah. Hingga saat ini, grup informasi RAKAT telah beranggotakan sekitar 450 orang, sementara struktur kepengurusan dan relawan aktif mencapai sekitar 100 orang.

Mereka berasal dari berbagai latar belakang dan memiliki satu kesamaan, yakni keinginan untuk membantu sesama ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

Wilayah utama kegiatan RAKAT mencakup Kecamatan Karang Intan dan Kecamatan Aranio serta wilayah sekitarnya.

Berbagai aksi kemanusiaan menjadi fokus organisasi ini, mulai dari penanganan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), respons cepat kecelakaan, operasi pencarian orang hilang atau search and rescue (SAR), pendampingan warga sakit, hingga evakuasi darurat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ali menyebut, persoalan yang paling sering ditemui relawan di lapangan adalah Karhutla serta berbagai kondisi darurat kesehatan dan evakuasi warga yang membutuhkan respons cepat.

Karena itu, RAKAT ingin membangun sistem relawan yang tidak hanya mengandalkan keberanian, tetapi juga memiliki kemampuan dan pengetahuan yang memadai.

Dalam waktu dekat, RAKAT akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk menyelenggarakan pelatihan khusus bagi para relawan.

Pelatihan tersebut akan dilakukan secara berkala dan mencakup teknik mitigasi serta pemadaman Karhutla, manajemen tanggap darurat, pertolongan pertama atau first aid, teknik evakuasi, hingga pembinaan ketahanan mental relawan ketika bertugas di lapangan.

“Relawan tidak cukup hanya memiliki semangat untuk membantu. Mereka juga harus dibekali kemampuan agar ketika turun ke lapangan bisa bekerja secara terukur, aman, dan profesional,” jelas Ali.

Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu kebutuhan penting di Karang Intan dan Aranio. Dengan kesiapan relawan di tingkat tapak, penanganan bencana diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sebelum bantuan dari luar tiba.

RAKAT juga mendorong semakin kuatnya kolaborasi antara relawan, masyarakat, pemerintah daerah, dan unsur Forkopimcam.

Sinergi tersebut dinilai penting, mengingat penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan komunikasi, koordinasi, peralatan, sumber daya manusia, serta dukungan masyarakat agar respons terhadap kondisi darurat dapat berjalan efektif.

Ali berharap Pemerintah Kabupaten Banjar bersama dinas terkait, seperti BPBD, DPKP, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Basarnas, serta Forkopimcam, dapat berjalan beriringan dengan para relawan.

“Kami berharap RAKAT bisa menjadi mitra strategis pemerintah di lapangan untuk merespons kondisi darurat secara cepat, tepat, dan terukur,” harapnya.

Selain memperkuat kapasitas relawan, RAKAT juga ingin meningkatkan literasi kebencanaan di tengah masyarakat. Edukasi mengenai mitigasi diharapkan membuat warga lebih siap menghadapi berbagai risiko bencana.

Lebih jauh, RAKAT ingin menjadikan organisasi tersebut sebagai ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Ali menegaskan, RAKAT bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi menjadi ruang bagi anak muda untuk mengabdi, belajar, sekaligus mengasah keterampilan penyelamatan dan mitigasi bencana.

Ia ingin semangat kerelawanan tumbuh dari kesadaran bahwa membantu sesama merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.

“Selama kita masih bernapas, maka berbuat baiklah. Selama kita masih hidup, maka bermanfaatlah bagi sesama,” pesan Ali.

Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda di Karang Intan dan Aranio, untuk merapatkan barisan dan menjaga semangat kepedulian.

Dengan terbentuknya RAKAT, Ali berharap semakin banyak tangan yang siap membantu ketika bencana datang, semakin banyak warga yang merasa terlindungi, dan semakin kuat pula semangat gotong royong di tengah masyarakat.

“Menjaga niat tulus kepedulian, merapatkan barisan, dan memperkuat sinergi demi mewujudkan Karang Intan dan Aranio yang lebih tangguh, aman, dan sejahtera,” pungkasnya.

Author: Damkarnews
Damkarnews