Damkarnews.com, BANJAR – Prestasi membanggakan ditorehkan atlet arung jeram asal Kabupaten Banjar yang turut memperkuat kontingen Kalimantan Selatan dalam kompetisi nasional di Bali. Berhasil membawa pulang dua medali perak dan satu perunggu, para atlet kini mendapat dorongan untuk meningkatkan kemampuan menghadapi persaingan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Dukungan tersebut disampaikan Bupati Banjar H Saidi Mansyur saat menerima audiensi pengurus Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Banjar dan Kalimantan Selatan bersama sejumlah atlet binaan di Mahligai Sultan Adam lantai I, Martapura, Senin (19/10/2026) siang.
Dalam pertemuan itu, Bupati mengapresiasi kerja keras dan pencapaian para atlet yang telah membawa nama daerah di tingkat nasional. Ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan dan meraih hasil lebih baik pada kompetisi mendatang.
Saidi juga mendorong agar pembinaan atlet arung jeram di Kabupaten Banjar terus ditingkatkan sehingga mampu melahirkan atlet berprestasi yang dapat bersaing di level lebih tinggi.
Ketua FAJI Kalimantan Selatan, Bandi Chairullah, mengungkapkan audiensi tersebut menjadi kesempatan untuk melaporkan keberhasilan atlet daerah yang telah mengharumkan nama Kalimantan Selatan dalam kejuaraan arung jeram di Bali.
Menurutnya, Kabupaten Banjar menjadi salah satu daerah penyumbang atlet yang memperkuat kontingen Kalsel dalam kompetisi head-to-head air mix yang berlangsung di Sungai Ayung, Ubud, Bali, pada 23–28 September 2026.
Dari kejuaraan tersebut, tim berhasil mengoleksi tiga medali, terdiri dari dua perak dan satu perunggu. Kontingen Kalsel diperkuat 15 atlet yang berasal dari Kabupaten Banjar, Barito Kuala, dan Kota Banjarmasin.

Bandi menilai pencapaian tersebut merupakan modal penting untuk meningkatkan kepercayaan diri atlet dalam menghadapi kompetisi berikutnya. Terlebih, para atlet yang dibina masih memiliki peluang besar untuk berkembang dan mengukir prestasi lebih tinggi.
Ia pun mengapresiasi perhatian Bupati Banjar yang memberikan motivasi secara langsung kepada para atlet agar tidak cepat berpuas diri dengan hasil yang telah diraih.
Dukungan tersebut dinilai penting sebagai penyemangat dalam mempersiapkan diri menghadapi babak kualifikasi PON yang dijadwalkan berlangsung pada 2027 di Yogyakarta.
Sementara itu, Ketua FAJI Kabupaten Banjar, Ahmad Syarif, menyebut dukungan pemerintah daerah tidak hanya berupa motivasi, tetapi juga mulai diwujudkan melalui penyediaan fasilitas penunjang latihan.
Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah bantuan dua unit perahu beserta perlengkapan arung jeram lainnya. Fasilitas ini dinilai sangat dibutuhkan untuk menunjang proses pembinaan atlet agar kegiatan latihan dapat berlangsung lebih maksimal.
Selama ini, kata Ahmad, keterbatasan sarana membuat atlet harus meminjam perahu milik provinsi ketika menjalani latihan di saluran irigasi.
Dengan adanya tambahan fasilitas tersebut, pihaknya berharap proses pembinaan atlet FAJI Kabupaten Banjar semakin berkembang dan tidak lagi terlalu bergantung pada sarana pinjaman.
Ia optimistis dukungan pemerintah daerah, ditambah semangat para atlet dan pembinaan yang berkelanjutan, dapat menjadi modal untuk mempertahankan prestasi sekaligus meningkatkan daya saing pada kejuaraan tingkat nasional.
Prestasi di Bali diharapkan bukan menjadi pencapaian akhir, melainkan langkah awal bagi atlet arung jeram Kabupaten Banjar untuk meraih prestasi yang lebih besar dan membawa nama Kalimantan Selatan ke panggung olahraga nasional.

