Peralatan Mulai Tak Memadai, Hasan Hamdan Ungkap Beratnya Perjuangan 49 BPK Hadapi Karhutla

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Di tengah kepungan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar, persoalan keterbatasan peralatan menjadi tantangan serius bagi para relawan pemadam kebakaran.

Sebanyak 49 unit relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) disebut terus berjibaku di lapangan untuk menangani kebakaran yang muncul hampir setiap hari. Namun, intensitas penanganan yang tinggi tidak sepenuhnya diimbangi dengan kondisi peralatan yang memadai.

Hal tersebut disampaikan anggota DPRD Kabupaten Banjar sekaligus Ketua Relawan Buser 690 Banjar, M. Hasan Hamdan, dalam Rapat Gabungan DPRD Kabupaten Banjar bersama Pemerintah Daerah bertema “Bersama Bersinergi Mewujudkan Kabupaten Banjar Bebas Asap dan Karhutla” di Ruang Paripurna DPRD Banjar, Martapura, Rabu (7/10/2026).

Hasan mengatakan, persoalan yang dihadapi relawan bukan hanya banyaknya titik karhutla, tetapi juga keterbatasan sarana dan prasarana untuk menunjang proses pemadaman.

Menurutnya, sejumlah peralatan yang selama ini digunakan relawan sudah tidak lagi memadai untuk menghadapi kondisi kebakaran yang semakin membutuhkan penanganan cepat dan dukungan peralatan yang lebih baik.

“Peralatan yang ada sekarang banyak yang sudah tidak memadai lagi. Sementara teman-teman relawan terus bergerak setiap hari melakukan pemadaman di lapangan,” ujar Hasan.

Ia menyebut, terdapat 49 unit relawan BPK yang selama ini turut mengambil bagian dalam penanganan karhutla di Kabupaten Banjar. Para relawan tersebut harus bergerak dari satu titik ke titik lainnya ketika menerima informasi adanya kebakaran.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan operasional menjadi semakin besar. Mulai dari bahan bakar, perawatan armada, selang, pompa, hingga berbagai perlengkapan pendukung lainnya harus dipenuhi agar relawan tetap bisa bergerak.

“Teman-teman di lapangan ini setiap hari berjibaku. Kalau peralatannya terbatas, tentu penanganannya juga tidak bisa maksimal. Karena itu dukungan untuk relawan sangat kami perlukan,” katanya.

Hasan menilai, penguatan relawan tidak cukup hanya dengan mengandalkan semangat dan kesigapan personel. Ketersediaan peralatan yang layak dan dukungan anggaran operasional menjadi bagian penting agar penanganan karhutla dapat berlangsung lebih efektif.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Banjar yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi relawan di lapangan.

Sebagai bentuk dukungan, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Banjar menyerahkan bantuan dana sebesar Rp25 juta untuk menunjang kebutuhan operasional relawan dalam penanganan karhutla.

“Terima kasih kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Banjar yang sudah mensuport kawan-kawan relawan. Bantuan Rp25 juta ini tentu sangat berarti untuk kebutuhan operasional teman-teman di lapangan,” ucapnya.

Hasan berharap dukungan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat perhatian terhadap kebutuhan relawan, khususnya pengadaan dan peremajaan peralatan pemadam.

Menurutnya, relawan merupakan salah satu unsur yang berada paling dekat dengan masyarakat ketika kebakaran terjadi. Karena itu, kesiapan mereka harus didukung dengan sarana yang memadai.

“Harapan kami bukan hanya bantuan untuk hari ini. Ke depan peralatan relawan juga perlu diperhatikan, karena mereka yang setiap hari turun langsung menghadapi karhutla,” pungkas Hasan.

Author: Damkarnews
Damkarnews