Lima Rumah Ludes Dilalap Api, Petugas Damkar HSU Berjibaku di Tengah Krisis Air

Bagikan

Damkarnews.com, HULU SUNGAI UTARA – Kobaran api melahap lima rumah warga di RT 01, Desa Rantau Bujur Hulu, Kecamatan Sungai Tabukan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Rabu (2/9/2026) sore.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 16.20 Wita itu berlangsung di tengah kondisi kemarau yang membuat petugas pemadam kebakaran menghadapi kendala serius. Pasokan air di sekitar lokasi sangat terbatas.

Bahkan, anak sungai yang menjadi salah satu sumber air dilaporkan mulai mengering. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman berlangsung cukup dramatis.

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar HSU Asikin Noor melalui anggota Damkar HSU Edy Saputra membenarkan kendala tersebut.

“Proses pemadaman cukup sulit karena sumber air sulit,” ujar Edy Saputra.

Meski harus bekerja dengan keterbatasan air, petugas bersama unsur terkait akhirnya berhasil menjinakkan kobaran api. Upaya tersebut juga berhasil mencegah api merembet lebih luas.

Satu rumah warga lainnya memang ikut terdampak, namun kerusakannya tergolong ringan dan diperkirakan hanya sekitar tiga persen.

Di balik keberhasilan petugas menghentikan laju api, musibah ini menyisakan duka bagi warga terdampak.

Sebanyak 14 jiwa dari lima kepala keluarga harus kehilangan tempat tinggal setelah lima rumah mereka ludes terbakar hingga 100 persen.

Kelima rumah tersebut masing-masing dihuni keluarga H. Edy dan Kartini sebanyak tiga jiwa, Suryansyah satu jiwa, Rudi yang terdiri dari dua kepala keluarga dengan enam jiwa, Barlian satu jiwa, serta Suryadi sebanyak tiga jiwa.

Seorang balita juga termasuk dalam warga yang terdampak akibat kebakaran tersebut.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun laporan warga mengalami luka-luka dalam peristiwa yang terjadi di kawasan permukiman padat penduduk tersebut.

Sekretaris Desa Rantau Bujur Hulu, Ispiani, mengatakan api diduga pertama kali muncul dari rumah Suryansyah.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik. Namun, penyebab pasti masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Jajaran Polsek Sungai Pandan telah memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung proses penyelidikan dan memastikan sumber serta penyebab kebakaran.

Kebakaran ini sekaligus menjadi gambaran beratnya tantangan penanganan kebakaran di tengah musim kemarau. Selain ancaman api yang cepat membesar, keterbatasan sumber air menjadi persoalan tersendiri bagi petugas di lapangan.

Author: Damkarnews
Damkarnews