Karhutla Tak Cukup Sekali Dipadamkan, Buser 690 Banjar Tekankan Kekompakan Antar-BPK

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar membutuhkan kesigapan sekaligus koordinasi kuat antarrelawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK).

Pasalnya, karakter api di lahan berbeda dengan kebakaran permukiman. Api yang terlihat sudah padam masih berpotensi kembali muncul, sehingga proses penanganan membutuhkan pemantauan dan dukungan berkelanjutan.

Hal tersebut menjadi salah satu penekanan Ketua Bumi Selamat Rescue (BUSER) 690 Kabupaten Banjar, Hasan Hamdan, saat pertemuan bersama sejumlah perwakilan BPK yang terlibat dalam penanganan karhutla di Sekretariat BPK Emirate, Jalan Ahmad Yani, Martapura, Senin (14/9/2026) siang.

Hasan meminta para relawan tidak bekerja sendiri ketika menghadapi kendala di lapangan. BPK yang poskonya berada di sekitar lokasi karhutla diminta saling membantu, baik dari sisi personel maupun peralatan.

Menurutnya, pola penanganan karhutla memang memiliki tantangan tersendiri dibandingkan kebakaran rumah atau bangunan.

“Langsung aja minta bantuan ke BPK yang dekat dengan poskonya. Penanggulangan lahan itu beda dengan permukiman, kalau rumah yang terbakar dikeroyokin padam, tapi kalau karhutla kalaupun sudah padam bisa menyala kembali,” ujar Hasan.

Ia menilai kekompakan menjadi salah satu kunci agar api tidak semakin meluas. Karena itu, setiap BPK yang dimintai bantuan diharapkan dapat memberikan dukungan sesuai kemampuan yang tersedia.

Selain kekompakan, Hasan juga mengingatkan relawan agar tetap tenang saat menghadapi situasi di lapangan. Koordinasi yang baik diperlukan agar pengerahan personel maupun peralatan dapat dilakukan secara tepat.

“Terima kasih kepada Bupati Banjar, semoga bisa dimanfaatkan teman-teman dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.

Dukungan operasional bagi relawan juga diberikan Bupati Banjar H Saidi Mansyur melalui bantuan uang BBM sebesar Rp50 juta. Bantuan tersebut diserahkan melalui BUSER 690 dan dibagikan kepada perwakilan BPK yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Sekretaris BUSER 690 Kabupaten Banjar, H Odon, mengatakan bantuan BBM tersebut disalurkan sesuai amanah Bupati Banjar untuk mendukung operasional para relawan.

Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap para relawan juga terus dilakukan melalui pemantauan kondisi karhutla di lapangan.

“Pak Bupati juga memonitor tiap hari, karhutla adalah tanggung jawab bersama. Beliau sampaikan terima kasih sudah membantu dalam penanganan, semoga tambah semangat, jaga kesehatan dan keselamatan adalah yang utama,” tutur Odon.

Tak hanya dukungan BBM, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar turut menyerahkan perlengkapan untuk menunjang kesehatan dan keselamatan relawan berupa vitamin, masker dan kacamata lapangan.

Odon berharap bantuan tersebut digunakan secara optimal oleh relawan ketika menjalankan tugas, mengingat penanganan karhutla membuat mereka harus berhadapan dengan asap, panas dan kondisi medan yang tidak selalu mudah.

Sementara itu, evaluasi penanganan karhutla turut dilakukan Koordinator Lapangan Gambut, Kertak Hanyar, Aluh-Aluh dan Beruntung Baru, Hazmi.

Ia menyoroti pentingnya memperbaiki komunikasi antarrelawan ketika terjadi pengerahan bantuan.

Menurut Hazmi, relawan yang datang membantu harus mendapatkan arahan yang jelas mengenai titik mana yang membutuhkan tenaga tambahan.

Hal tersebut untuk mencegah personel menumpuk di satu lokasi, sementara titik penanganan lainnya justru kekurangan tenaga.

“Komunikasi lebih diperbaiki lagi, kalau ada yang minta bantuan, tolong bantuan yang datang diarahkan kemana mereka bekerja, jangan sampai terjadi kesalahan, jangan sampai menumpuk di satu titik, berkoordinasi lah dengan baik,” pungkasnya.

Dengan dukungan operasional, perlengkapan keselamatan serta koordinasi yang semakin diperkuat, penanganan karhutla di Kabupaten Banjar diharapkan dapat berlangsung lebih efektif, sekaligus meminimalkan risiko api kembali menyala dan meluas ke wilayah lainnya.

Author: Damkarnews
Damkarnews