Damkarnews.com, BANJAR – Di tengah kepungan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di Kabupaten Banjar, kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terus ditunjukkan berbagai pihak. Salah satunya Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kalimantan Selatan yang turun langsung ke jalan membagikan ribuan masker kepada warga.
Bersama Relawan Pemadam Kebakaran Komsa yang berkedudukan di Kompleks Sa’adah, Sungai Paring, Martapura, organisasi Islam tersebut membagikan sebanyak 6.000 masker disertai obat-obatan dan vitamin kepada masyarakat yang melintas di Jalan A. Yani, tepatnya di kawasan lampu merah Sekumpul, Martapura.
Aksi sosial ini menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang harus tetap beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak asap karhutla. Para pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun masyarakat yang melintas, menjadi sasaran pembagian bantuan tersebut.
Kegiatan ini berlangsung ketika kondisi karhutla di Kabupaten Banjar semakin mengkhawatirkan. Luas lahan yang terbakar tercatat mencapai 6.301 hektare. Dampaknya tidak hanya dirasakan lingkungan, tetapi juga mulai menjadi perhatian serius dari sisi kesehatan masyarakat.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mencatat sebanyak 2.221 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga September 2026. Kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan, terutama bagi warga yang setiap hari beraktivitas di luar ruangan dan berpotensi terpapar asap.
Bendahara Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kalimantan Selatan, Ali Said Thalib, mengatakan pembagian masker, obat-obatan, dan vitamin tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat yang menghadapi dampak karhutla.

“Dalam kondisi seperti sekarang, kami ingin ikut hadir dan membantu masyarakat. Mungkin bantuan ini terlihat sederhana, tetapi kami berharap 6.000 masker yang dibagikan bisa bermanfaat bagi warga, terutama mereka yang harus tetap bekerja dan beraktivitas di luar rumah di tengah paparan asap,” ujar Said.
Menurutnya, persoalan karhutla bukan hanya berkaitan dengan luas lahan yang terbakar, melainkan juga menyangkut kesehatan dan kenyamanan hidup masyarakat. Karena itu, kepedulian bersama sangat diperlukan agar warga tidak merasa menghadapi dampak bencana ini sendirian.
Ia berharap pembagian masker tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan selama kondisi udara belum membaik.
“Kami mengajak masyarakat untuk saling peduli dan menjaga kesehatan bersama. Semoga karhutla segera dapat dikendalikan sehingga warga bisa kembali beraktivitas dengan nyaman tanpa dihantui asap,” tambahnya.
Ali Said juga menegaskan bahwa kepedulian sosial merupakan bagian penting dari peran organisasi dalam kehidupan bermasyarakat. Al-Irsyad Al-Islamiyyah sendiri bergerak dalam bidang pendidikan, pengajaran, dakwah, sosial, dan kesehatan.
Melalui kegiatan tersebut, Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kalimantan Selatan bersama Relawan Pemadam Kebakaran Komsa berupaya menghadirkan bantuan yang dapat langsung dirasakan masyarakat, terutama di tengah situasi yang membutuhkan perhatian terhadap kesehatan publik.

