Kadishub Kalsel Buka Suara soal Kecelakaan Maut Motor vs Bus Tayo di Km 40 Antasan Senor Ilir

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Kabar duka menyelimuti keluarga besar relawan pemadam kebakaran di Kabupaten Banjar. Muhammad Novi, atau yang akrab disapa Inop, anggota relawan Damkar TFR Desa Tambak Anyar, meninggal dunia pada Minggu (8/11/2026), setelah menjalani perawatan intensif selama delapan hari di RSUD Ulin Banjarmasin.

Inop sebelumnya menjadi korban kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor Yamaha FIZ.R yang dikendarainya dengan sebuah Bus Tayo di Jalan Ahmad Yani Km 40, tepatnya di depan halte Desa Antasan Senor Ilir, Sabtu (31/10/2026).
Kepergian Inop meninggalkan duka mendalam, terutama bagi keluarga, sahabat, serta rekan-rekan sesama relawan pemadam kebakaran yang selama ini mengenalnya.

Terkait insiden tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Selatan, M Fitri Hernadi, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban.

Saat dihubungi melalui WhatsApp, Minggu (8/11/2026), Fitri mengatakan bahwa pihak operator angkutan umum telah menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab terhadap penanganan korban, termasuk pembiayaan selama menjalani perawatan hingga korban meninggal dunia, bersama pihak Jasa Raharja.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu’anhu,” ungkapnya menyampaikan doa dan belasungkawa.

Fitri menjelaskan, meskipun berdasarkan kondisi di lapangan terdapat sejumlah faktor yang perlu diperhatikan, pihak operator tetap menjalankan prosedur penanganan dengan membantu pengurusan korban di rumah sakit serta proses administrasi asuransi Jasa Raharja.

“Operator sudah menyatakan akan bertanggung jawab mengurus korban dan pembiayaan korban selama dirawat hingga meninggal dunia bersama Jasa Raharja,” jelasnya.

Mengenai kondisi saat kecelakaan, Fitri menyebutkan bahwa jalan dalam keadaan licin, sementara korban diduga mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi.

“Jalanan licin dan korban mengendarai dalam kecepatan tinggi,” ujarnya.

Ia juga menerangkan, berdasarkan statistik, kawasan tersebut bukan termasuk wilayah yang tergolong rawan kecelakaan lalu lintas. Meski demikian, arus kendaraan memang cukup padat pada waktu-waktu tertentu.

Menurutnya, pengendara yang melintas di kawasan tersebut umumnya sudah mengurangi kecepatan, sehingga kondisi lalu lintas tetap perlu menjadi perhatian bersama.

Fitri turut menjelaskan bahwa penentuan lokasi perputaran Bus Tayo di kawasan tersebut bukanlah keputusan yang mudah. Namun, penempatan layanan angkutan umum hingga Pondok Darussalam merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat.

“Penetapan lokasi perputaran bus di lokasi tersebut merupakan pilihan sulit. Namun, demi kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan layanan angkutan umum, akhirnya diputuskan layanan Trans Banjarbakula hingga ke Pondok Darussalam,” terangnya.

Author: Damkarnews
Damkarnews