Damkarnews.com, BANJAR – Hampir sepuluh hari tak mendapat aliran air ledeng, puluhan warga Desa Tatah Pamangkih Laut, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, terpaksa mengantre untuk mendapatkan air bersih. Mereka berbondong-bondong mendatangi kantor desa setempat dengan membawa jerigen dan berbagai wadah penampung air.
Kondisi tersebut semakin menyulitkan warga karena terjadi bersamaan dengan musim kemarau. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat pun mengandalkan bantuan pasokan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar.
Kehadiran mobil tangki penyalur air bersih menjadi harapan bagi warga yang kesulitan mendapatkan air untuk memasak, mencuci, mandi, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
Pambakal Desa Tatah Pamangkih Laut, Abd. Syahid, saat dikonfirmasi, Sabtu (17/10/2026), mengatakan bahwa warga saat ini sangat membutuhkan pasokan air bersih, menyusul terhentinya aliran air ledeng dari PTAM Intan Banjar selama hampir sepuluh hari.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Bantuan dari BPBD Kabupaten Banjar pun sangat membantu meringankan kesulitan yang tengah dihadapi warga.
“Sudah hampir sepuluh hari air ledeng tidak mengalir. Kondisi ini tentu menyulitkan masyarakat, terlebih sekarang sedang musim kemarau. Karena itu, bantuan pasokan air bersih sangat dibutuhkan warga untuk memenuhi keperluan sehari-hari,” ujar Abd. Syahid.

Ia berharap distribusi air bersih dapat terus membantu masyarakat selama pasokan air ledeng belum kembali normal. Selain itu, ia berharap persoalan terhentinya aliran air dapat segera ditangani agar warga tidak terus bergantung pada bantuan.
Sementara itu, salah seorang warga setempat, Jumiah, mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan air rumah tangga sejak air ledeng tidak lagi mengalir.
Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda. Ketika pasokan terhenti, warga harus mencari cara lain agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan.
“Kalau air tidak mengalir sampai berhari-hari, kami sangat kesulitan. Untuk memasak, mandi, dan mencuci semuanya memerlukan air. Alhamdulillah, ada bantuan air bersih sehingga kami bisa mengisi jeriken untuk kebutuhan di rumah,” ungkap Jumiah.
Ia berharap aliran air ledeng segera kembali normal sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah.

