Damkarnews.com, BANJAR – Menjelang pelaksanaan momen 5 Rajab 2026 yang diperkirakan kembali dihadiri jutaan jemaah dari berbagai daerah, Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai mematangkan berbagai persiapan pengamanan.
Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, menegaskan bahwa pihaknya akan mengerahkan kekuatan personel secara maksimal untuk memastikan kegiatan keagamaan tersebut berjalan aman, tertib, dan lancar.
Persiapan pengamanan dilakukan melalui rencana Operasi Kepolisian Mandiri Wilayah dengan melibatkan seluruh jajaran Polres, unsur TNI, relawan, pemerintah daerah, hingga pemerintah kabupaten/kota.
Tak hanya mengandalkan kekuatan personel di daerah, Polda Kalsel juga akan mengoptimalkan dukungan dari Mabes Polri guna memperkuat pelayanan dan pengamanan selama berlangsungnya kegiatan.
Hal tersebut disampaikan Kapolda Kalsel usai menggelar pertemuan sinergi bersama warga dan tokoh masyarakat setempat, Rabu (28/10/2026).
Menurut Rosyanto, pengalaman pengamanan pada pelaksanaan momen 5 Rajab tahun-tahun sebelumnya menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan jemaah yang datang ke Kalimantan Selatan.
“Kita juga sudah menyiapkan, mudah-mudahan success story kita di tahun-tahun kemarin ini bisa kita ulangi, bahkan bisa kita tingkatkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya optimistis.
Ia berharap seluruh unsur yang terlibat dapat membangun koordinasi dan sinergi sejak dini. Dengan persiapan yang matang, berbagai potensi gangguan keamanan maupun kendala di lapangan diharapkan dapat diantisipasi.
Selain fokus pada persiapan pengamanan momen 5 Rajab, Kapolda juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Ia secara khusus menyoroti ancaman peredaran narkoba yang dinilai semakin meresahkan dan membahayakan kehidupan bermasyarakat. Kapolda meminta seluruh jajaran kepolisian tidak ragu mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku, terutama bandar narkotika.
“Bahwa memang narkoba itu sudah meresahkan dan membahayakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kita sama-sama bahu-membahu menabuh genderang perang terhadap penyalahgunaan narkoba ini,” tegasnya.
Di sisi lain, kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi perhatian. Mengingat wilayah Kalimantan Selatan memiliki potensi bencana musiman seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat kemarau serta banjir ketika musim hujan, masyarakat diminta turut menjaga lingkungan masing-masing.
Kapolda berharap melalui kebersamaan antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat, situasi Banua tetap kondusif sehingga seluruh aktivitas warga, termasuk rangkaian kegiatan keagamaan 5 Rajab 2026, dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
“Sehingga kita semua yang ada di Banua kita tercinta ini dapat menjalankan seluruh aktivitas kita di sini, di Banua,” pungkasnya.

