Damkarnews.com, BANJAR – Suasana semarak olahraga dan semangat persaudaraan terasa di GOR Desa Indrasari, Kecamatan Martapura, Sabtu (8/8/2026) pagi.
Puluhan hingga ratusan pesilat dari berbagai daerah berkumpul untuk mengikuti Kejuaraan Pencak Silat Terbuka Bupati Banjar CUP se-Kalimantan Selatan dan Tengah, yang digelar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Banjar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Banjar ke-76 dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kejuaraan yang berlangsung 7-9 Agustus 2026 tersebut tak hanya mempertemukan pesilat remaja dan dewasa. Kategori usia dini juga turut dipertandingkan, menghadirkan pemandangan menarik sekaligus menggemaskan di tengah sengitnya persaingan di atas matras.
Pembukaan kejuaraan dilakukan langsung oleh Bupati Banjar, H. Saidi Mansyur. Turut hadir Ketua IPSI Provinsi Kalimantan Selatan, Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi, Kapolres Banjar AKBP Dr. Fadli, perwakilan Kodim 1006 Banjar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan H. Ikhwansyah, serta sejumlah undangan lainnya.

Bupati Banjar H. Saidi Mansyur memberikan apresiasi atas inisiatif Ketua Umum IPSI Kabupaten Banjar, Iwan Bora, yang memperluas cakupan kejuaraan hingga melibatkan peserta dari luar Kalimantan Selatan.
Menurut Saidi, momentum Hari Jadi Kabupaten Banjar dan peringatan Kemerdekaan RI tahun ini menjadi kesempatan untuk memperluas pembinaan sekaligus mempererat hubungan antardaerah.
“Biasanya lingkupnya hanya Kabupaten Banjar saja. Namun atas inisiatif Ketua IPSI Bang Iwan Bora, momen penting Hari Jadi dan Kemerdekaan ini dibuat lebih luas. Pesertanya bukan cuma dari Kalsel, tapi juga sampai Kalteng,” ujar Saidi Mansyur usai pembukaan.

Ia menilai perluasan skala kejuaraan tersebut tidak hanya memberikan ruang bagi para atlet untuk mengasah kemampuan, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi bagi para pesilat dari berbagai daerah.
Saidi berharap pembinaan pencak silat dilakukan secara berkelanjutan sehingga mampu melahirkan atlet-atlet tangguh yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Banjar hingga ke tingkat regional dan nasional.

“Mudah-mudahan dengan semangat anak-anak kita, ada optimisme untuk menjadi atlet yang baik, tangguh, dan berprestasi, baik di kancah daerah maupun nasional,” katanya.
Salah satu hal yang mencuri perhatian dalam kejuaraan tahun ini adalah kehadiran kategori usia dini.
Para pesilat cilik tampil dengan penuh semangat. Meski sebagian masih berusia sangat muda, keberanian mereka memasuki gelanggang mendapat perhatian dari para penonton dan tamu undangan.

Bahkan, menurut Saidi, ada peserta yang sampai menangis. Namun bukan karena cedera, melainkan karena begitu antusias mengikuti pertandingan.
“Yang paling unik itu tingkat usia dini. Sangat luar biasa semangatnya. Bahkan ada yang menangis, tapi bukan karena sakit, melainkan karena antusiasmenya yang begitu luar biasa,” kelakar Saidi.
Keberadaan kategori usia dini, pra-remaja, remaja hingga dewasa dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan pencak silat.

Dari gelanggang inilah diharapkan muncul bibit-bibit baru yang kelak mampu melanjutkan prestasi sekaligus menjaga keberadaan pencak silat sebagai bagian dari budaya bangsa.
Kejuaraan Bupati Banjar CUP tahun ini diikuti kontingen dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
Peserta juga datang dari sejumlah daerah di Kalimantan Tengah, di antaranya Pulang Pisau, Palangka Raya dan Kapuas. Bahkan terdapat pula perwakilan dari Kalimantan Timur.

Secara keseluruhan, terdapat 22 perguruan silat yang ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.
Ketua IPSI Kabupaten Banjar, Iwan Bora, mengatakan kejuaraan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk memperebutkan trofi.
Lebih dari itu, ajang ini menjadi bagian dari upaya mencari bibit unggul, membangun persaudaraan antarpesilat, sekaligus menjaga pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.
Ada tiga fokus utama yang diusung dalam kejuaraan tersebut, yakni pencarian pesilat berbakat untuk diproyeksikan ke tingkat regional, nasional hingga internasional; mempererat silaturahmi antarpesilat; serta melestarikan pencak silat sebagai warisan luhur nenek moyang.

Di tengah antusiasme para peserta, persoalan sarana olahraga juga menjadi perhatian.
Iwan Bora menyampaikan kabar positif bahwa Pemerintah Kabupaten Banjar saat ini tengah memproses pembangunan gedung olahraga (GOR) baru.
Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan fasilitas olahraga di Kabupaten Banjar.
“Bupati menyampaikan bahwa gedung sarana dan prasarana olahraga sedang dibangun. Beliau mendorong agar Dispora dapat menargetkan penyelesaiannya pada tahun 2027. Jika GOR ini rampung, kita bisa menampung kejuaraan dengan fasilitas yang jauh lebih memadai,” jelas Iwan Bora.

Dengan adanya fasilitas yang lebih representatif, IPSI Kabupaten Banjar berharap ke depan semakin banyak kejuaraan berskala besar dapat digelar di daerah tersebut.
Di penghujung keterangannya, Iwan Bora mengingatkan para atlet agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan.
Menurutnya, nilai sportivitas, kejujuran dan sikap ksatria jauh lebih penting dalam perjalanan seorang pesilat.
“Bertandinglah secara sportif dan junjung tinggi kejujuran. Ingat, di atas matras kita adalah lawan, tetapi di luar matras kita adalah saudara,” pungkasnya.
Pesan tersebut menjadi semangat utama di balik kejuaraan Bupati Banjar CUP. Sebab, di balik kerasnya pertandingan, ada harapan agar pencak silat tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin dan menjunjung tinggi persaudaraan.


