Damkarnews.com, BANJAR – Kabar duka menyelimuti keluarga besar relawan pemadam kebakaran di Kabupaten Banjar. Muhammad Novi, atau yang akrab disapa Inop, anggota relawan Damkar TFR Desa Tambak Anyar, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Ulin Banjarmasin, Minggu (8/11/2026).
Inop sebelumnya menjadi korban kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor Yamaha FIZ.R yang dikendarainya dengan sebuah Bus Tayo di Jalan Ahmad Yani Km 40, tepatnya di depan halte Desa Antasan Senor Ilir, Sabtu (31/10/2026).
Kabar meninggalnya Inop diketahui melalui pesan singkat yang beredar di grup WhatsApp Damkar Martim. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi keluarga besar relawan pemadam kebakaran yang selama ini mengenalnya.
Berdasarkan keterangan Kasat Lantas Polres Banjar, Iptu Agung Iswahyudi, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/11/2026), kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Yamaha FIZ.R warna oranye bernomor polisi DA 3436 JK dengan Bus Tayo bernomor polisi DA 7126 PN.

Dari hasil penyelidikan sementara, kecelakaan bermula ketika bus yang dikemudikan pria berinisial AF hendak melakukan putar balik atau u-turn di kawasan tersebut. Pada saat bersamaan, sepeda motor yang dikendarai Muhammad Novi melintas hingga terjadi benturan antara kedua kendaraan.
Akibat tabrakan itu, pengendara sepeda motor terjatuh dan mengalami cedera serius hingga harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Sementara bus mengalami kerusakan berupa penyok pada bagian kiri.
“Untuk sementara, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kami,” ujar Iptu Agung saat itu.
Ia juga menjelaskan, kondisi cuaca ketika kecelakaan terjadi sedang gerimis. Permukaan jalan yang basah diduga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam penyelidikan.

Selain melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan, Satlantas Polres Banjar sebelumnya juga berupaya memfasilitasi komunikasi antara pihak keluarga korban dengan perwakilan manajemen Bus Tayo.
Langkah mediasi tersebut dilakukan agar kedua belah pihak dapat bertemu dan membicarakan persoalan yang muncul akibat peristiwa kecelakaan tersebut.
Namun, hingga Muhammad Novi dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (8/11/2026), belum ada keterangan terbaru dari pihak kepolisian mengenai perkembangan penanganan perkara, termasuk status pengemudi Bus Tayo.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati, terutama saat berkendara di tengah kondisi cuaca hujan. Pengendara diimbau mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, memastikan kondisi kendaraan laik jalan, serta menghindari manuver mendadak ketika melintasi jalan basah.
Kepergian Muhammad Novi menjadi kabar duka bagi keluarga, sahabat, dan rekan-rekan sesama relawan pemadam kebakaran di Kabupaten Banjar.

