Damkarnews.com, BANJAR – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra-putri terbaik Kabupaten Banjar di tingkat nasional. Siti Nur Adlina, siswi MA Hidayatullah Martapura, berhasil membawa nama Kalimantan Selatan hingga ke panggung nasional setelah dipercaya menjadi anggota Paskibraka Tingkat Nasional Tahun 2026.
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Martapura sekaligus anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar, H. Ahmad Fauzan Asniah.
Saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp, Senin (24/8/2026) malam, Ahmad Fauzan mengaku bangga sekaligus terharu melihat pencapaian yang diraih Siti Nur Adlina.
“Pastinya ada kebanggaan tersendiri. Ini pertama kalinya santri dari Pondok Pesantren Hidayatullah, khususnya di Kabupaten Banjar, mampu mengharumkan nama Kalimantan Selatan di tingkat nasional,” ujar Ahmad Fauzan.
Menurutnya, keberhasilan Adlina menjadi bukti bahwa santri yang menempuh pendidikan berbasis pesantren memiliki kemampuan dan daya saing yang tidak kalah dengan siswa sekolah umum maupun madrasah.
Ia menilai capaian tersebut semakin istimewa karena dari empat perwakilan berbasis pendidikan keagamaan yang berhasil lolos ke tingkat nasional, tiga berasal dari Madrasah Aliyah, sementara Adlina menjadi satu-satunya yang mewakili lembaga pondok pesantren.
“Bila biasanya prestasi nasional didominasi oleh siswa SMA atau sekolah umum, kali ini anak pesantren membuktikan kemampuannya. Dari empat orang perwakilan pendidikan agama, tiga dari Madrasah Aliyah dan hanya satu, Siti Nur Adlina, yang berhasil masuk dari Pondok Pesantren. Ini adalah kebanggaan yang luar biasa,” tegasnya.

Ahmad Fauzan berharap prestasi tersebut tidak berhenti sebagai sebuah kebanggaan, tetapi menjadi inspirasi bagi para santri lainnya di Kabupaten Banjar dan Kalimantan Selatan.
Ia juga berharap keberhasilan Adlina dapat mematahkan anggapan bahwa pendidikan pesantren hanya berorientasi pada ilmu keagamaan. Menurutnya, pesantren juga mampu melahirkan generasi yang berprestasi, disiplin, mandiri, serta memiliki kemampuan bersaing di tingkat nasional.
“Kita berharap ini menjadi pemantik semangat bagi santri-santri lainnya. Jangan merasa minder karena berasal dari pesantren. Justru dari pesantren pun anak-anak kita bisa berprestasi dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional,” katanya.
Apresiasi terhadap prestasi Siti Nur Adlina juga datang dari Pemerintah Kabupaten Banjar. Bupati Banjar H. Saidi Mansyur didampingi Sekda H. Yudi Andrea memberikan penghargaan kepada Adlina di Mahligai Sultan Adam lantai I, Martapura, Senin (24/8/2026) pagi.
Penghargaan tersebut berupa satu paket umrah. Penyerahan turut disaksikan sejumlah pejabat Pemkab Banjar serta jajaran Yayasan Pendidikan Islam Hidayatullah, termasuk Pimpinan Umum dan Ketua I Yayasan Pendidikan Islam Hidayatullah Guru Mawardi dan H. Fauzan Asniah.
Bupati Saidi Mansyur mengatakan, prestasi Adlina merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, semangat, serta dukungan keluarga, sekolah, pelatih dan berbagai pihak yang terlibat dalam proses pembinaan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Banjar, kami menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Siti Nur Adlina. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi daerah dan mudah-mudahan dapat menginspirasi anak-anak muda lainnya untuk terus berprestasi,” ujar Saidi.

Menurutnya, pemberian hadiah umrah merupakan bentuk penghargaan sekaligus motivasi agar generasi muda Kabupaten Banjar terus mengembangkan potensi dan mengukir prestasi di berbagai bidang.
“Semoga hadiah umrah ini dapat menjadi keberkahan bagi Siti Nur Adlina dan keluarga. Kami berharap kesempatan ini juga dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya bahwa kerja keras, disiplin dan kesungguhan akan menghasilkan prestasi,” harapnya.
Saidi juga berpesan agar Adlina tetap rendah hati, menjaga nama baik daerah, serta terus melanjutkan pendidikan dan mengembangkan kemampuan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
Sementara itu, Siti Nur Adlina mengaku bersyukur dapat melewati seluruh proses hingga dipercaya menjadi bagian dari Paskibraka Tingkat Nasional. Meski harus menjalani latihan ketat dan mengurangi waktu berkumpul bersama keluarga, pengalaman tersebut memberikan banyak pelajaran berharga.
“Pengalamannya sangat baik. Saya merasa senang dan bangga bisa membawa nama baik Provinsi Kalimantan Selatan di tingkat pusat. Selama karantina dan pelatihan, kami diajarkan untuk lebih mandiri, disiplin dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Siswi kelas XI tersebut juga telah memiliki cita-cita untuk melanjutkan pendidikan ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Kepada teman-teman dan generasi muda, khususnya di MA Hidayatullah dan Kalimantan Selatan, Adlina berpesan agar tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita.
“Pesan saya untuk teman-teman, khususnya di MA Hidayatullah dan Kalimantan Selatan, teruslah berusaha dan jangan pernah putus asa. Kejar mimpi kalian dan jangan takut untuk mencoba,” tuturnya.
Diketahui, Siti Nur Adlina merupakan perwakilan Kalimantan Selatan pada Paskibraka Tingkat Nasional 2026. Ia dipercaya masuk dalam Pasukan 17 pada upacara penurunan bendera Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada 17 Agustus 2026.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Pondok Pesantren Hidayatullah Martapura dan Kabupaten Banjar, sekaligus menunjukkan bahwa santri mampu tampil dan berprestasi di panggung nasional.





