Damkarnews.com, BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar mulai memperkuat strategi menjaga ketahanan ekonomi daerah di tengah tren kenaikan inflasi nasional pada awal 2026. Hal ini diwujudkan melalui pelaksanaan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Aula Barakat Martapura, Selasa (31/3/2026) pagi.
Kegiatan yang difasilitasi Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Setda Banjar ini dihadiri jajaran pemangku kepentingan, mulai dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan H Ikhwansyah, Kepala Bagian PSDA, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), hingga anggota TPID Kabupaten Banjar.
Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, menegaskan bahwa tantangan pengendalian inflasi tahun ini tidak bisa dianggap ringan. Ia mengungkapkan, inflasi nasional mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai 4,76 persen pada 2026, meningkat dari 3,55 persen pada Januari 2026, sekaligus menjadi level tertinggi sejak Maret 2023.
“Meski Kabupaten Banjar bukan daerah Indeks Harga Konsumen (IHK), kita tetap harus waspada. Fokus kita adalah memastikan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta mengantisipasi lonjakan harga, terutama menjelang dan setelah Hari Besar Keagamaan Nasional,” ujarnya.
Menurutnya, pengendalian inflasi di daerah harus dilakukan secara konkret dan terukur. Ia pun mengapresiasi berbagai langkah yang telah dijalankan TPID Kabupaten Banjar selama ini.
Sejumlah upaya yang telah dilakukan antara lain pemantauan harga dan stok bahan pokok secara rutin, pelaksanaan rapat teknis TPID, pengamanan pasokan komoditas penting, hingga gerakan menanam untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Tak hanya itu, TPID juga aktif menggelar operasi pasar murah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar dan distributor, serta memberikan dukungan transportasi melalui APBD guna memperlancar distribusi barang.
“Langkah-langkah ini penting agar harga tetap stabil dan kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dengan baik,” tambahnya.
Selain membahas strategi pengendalian inflasi, kegiatan HLM juga diisi dengan sosialisasi Sensus Perekonomian oleh BPS Kabupaten Banjar, serta pemaparan materi dari sejumlah narasumber yang dilanjutkan dengan diskusi interaktif.
Melalui forum ini, Pemkab Banjar berharap sinergi antarinstansi semakin solid dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika ekonomi nasional.








