Damkarnews.com, BANJAR – Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Banjar turut ambil bagian dalam upaya penanganan pencemaran sungai akibat ribuan bahkan diduga jutaan bangkai ikan yang mengapung di aliran sungai kawasan Pingaran Ulu, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Jumat (10/7/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus membantu pemerintah daerah dalam mempercepat proses pembersihan sungai. Para relawan FAJI bersama unsur pemerintah dan masyarakat mengangkat bangkai-bangkai ikan dari sungai ke daratan agar tidak terus mencemari aliran air.
Pencemaran sungai diduga dipicu oleh bangkai ikan yang dihanyutkan dari kawasan keramba ikan di wilayah Kecamatan Karang Intan. Selain menimbulkan bau menyengat, kondisi tersebut menyebabkan kualitas air sungai menurun drastis sehingga tidak lagi layak dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Banjar telah mengerahkan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk melakukan penanganan di lapangan, mulai dari pembersihan sungai hingga pendistribusian air bersih bagi warga yang terdampak.
Ketua FAJI Kabupaten Banjar, Ahmad Syarif, mengatakan organisasi yang bergerak di bidang olahraga arung jeram memiliki kepedulian besar terhadap kelestarian sungai karena sungai merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas dan pembinaan olahraga tersebut.

“Kami merasa terpanggil untuk ikut terlibat langsung dalam kegiatan pembersihan sungai. Sungai bukan hanya menjadi arena olahraga arung jeram, tetapi juga sumber kehidupan masyarakat. Karena itu, kami bersama para relawan turun membantu mengangkat bangkai ikan ke daratan agar pencemaran tidak semakin meluas,” ujar Ahmad Syarif.
Ia berharap penanganan yang dilakukan secara bersama-sama dapat mempercepat pemulihan kondisi sungai sekaligus mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat di sepanjang aliran sungai.
Ahmad Syarif juga mengajak seluruh pihak, termasuk pelaku usaha perikanan, agar lebih bertanggung jawab dalam mengelola limbah maupun bangkai ikan sehingga tidak dibuang ke sungai.
“Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa menjaga kebersihan sungai adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap ada solusi yang lebih baik agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan ekosistem sungai tetap terjaga,” tambahnya.
FAJI Kabupaten Banjar menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai kegiatan pelestarian lingkungan, khususnya yang berkaitan dengan kebersihan dan kelestarian sungai di Kabupaten Banjar melalui kolaborasi bersama pemerintah, komunitas, dan masyarakat.


