Damkarnews.com, BANJAR – Dugaan mobil melaju dengan kecepatan tinggi berujung petaka di Jalan Ahmad Yani Km 7,4, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 23.50 Wita. Kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah minibus dan sepeda motor itu mengakibatkan dua orang meninggal dunia, empat lainnya terluka, serta menghancurkan sebuah warung milik warga.
Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, minibus bernomor polisi DA 1621 GE melaju dari arah Banjarmasin menuju Kabupaten Banjar. Saat tiba di lokasi kejadian, kendaraan diduga melaju dengan kecepatan tinggi sebelum menabrak sepeda motor DA 6378 GBX.
Benturan keras membuat pengemudi kehilangan kendali. Mobil kemudian keluar dari badan jalan, menghantam sebuah warung di tepi Jalan Ahmad Yani, sebelum akhirnya tercebur ke sungai di sisi jalan.
Akibat kecelakaan tersebut, dua orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara empat korban lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ulin Banjarmasin. Dua korban meninggal juga dievakuasi ke ruang jenazah rumah sakit yang sama.
Sejumlah saksi di lokasi menyebut mobil melaju cukup kencang sesaat sebelum tabrakan terjadi.
“Mobil datang dari arah dalam kota dengan kecepatan cukup tinggi,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga tersebut mengungkapkan, terdapat tiga orang di dalam minibus saat kecelakaan terjadi. Dua penumpang berhasil menyelamatkan diri, sedangkan sopir terjebak di dalam kendaraan yang telah tenggelam di dasar sungai.
“Evakuasi sopir berlangsung cukup lama karena posisinya terjepit di dalam mobil. Saat berhasil dievakuasi, kondisinya sudah kritis,” katanya.
Kecelakaan itu juga meninggalkan kerugian besar bagi Lala, pemilik warung yang dihantam mobil. Bangunan yang baru selesai dibangun sekitar dua bulan lalu nyaris rata dengan tanah akibat benturan keras.
“Saya benar-benar kaget. Warung ini baru sekitar dua bulan selesai dibangun,” tutur Lala.
Ia mengatakan hampir seluruh barang dagangannya rusak. Hanya beberapa bungkus rokok yang masih dapat diselamatkan, sedangkan gula, makanan, minuman, dan barang dagangan lainnya hancur bersama bangunan.
Hingga Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 03.00 Wita, personel Polsek Kertak Hanyar bersama Unit Lalu Lintas Polres Banjar masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan proses evakuasi kendaraan dari sungai.
Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab kecelakaan. Petugas masih melakukan pendataan korban, memeriksa sejumlah saksi, serta menyusun kronologi lengkap untuk mengungkap penyebab pasti insiden maut tersebut.
Penyelidikan masih terus berlangsung, termasuk mendalami rangkaian peristiwa yang menyebabkan mobil keluar jalur, menabrak sepeda motor, menghantam warung warga, hingga akhirnya terjun ke sungai.


