Dishub Banjar Klarifikasi Korban Penusukan di CBS Bukan Jukir Resmi, Minta Pengelola Perkuat Pembinaan

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banjar memberikan klarifikasi terkait insiden penusukan yang menimpa seorang petugas parkir di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura, Rabu (29/7/2026) malam. Dishub menegaskan bahwa korban bukan merupakan juru parkir (jukir) resmi yang berada di bawah pengelolaan Dishub Kabupaten Banjar.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar, I Gusti Nyoman Yudiana, mengatakan penegasan tersebut disampaikan berdasarkan hasil koordinasi dengan Kepala UPT Parkir.

“Informasi dari Kepala UPT Parkir menyebutkan bahwa korban bukan jukir resmi di bawah kami,” tegas I Gusti Nyoman Yudiana saat dikonfirmasi, Kamis (30/7/2026) siang.

Meski demikian, Dishub tetap menaruh perhatian terhadap kejadian tersebut dan mengimbau seluruh pemegang izin pengelolaan parkir agar meningkatkan pembinaan kepada para petugas di lapangan. Menurut Nyoman, edukasi mengenai pengendalian emosi dan pelayanan yang baik sangat penting untuk mencegah terjadinya persoalan serupa.

“Kami mengimbau pengelola parkir untuk mengedukasi para karyawannya agar tidak mudah tersulut emosi, serta selalu mengedepankan sikap ramah kepada masyarakat atau pemilik kendaraan yang memarkirkan kendaraannya,” ujarnya.

Selain itu, Dishub juga menyoroti persoalan kedisiplinan petugas parkir dalam mengenakan atribut resmi, khususnya rompi identitas. Padahal, setiap tahun Dishub rutin membagikan rompi secara gratis kepada para petugas parkir.

Namun dalam praktiknya, masih banyak petugas yang tidak mengenakan atribut tersebut saat bertugas dengan alasan merasa gerah atau kepanasan.

“Saat pengawasan di lapangan, mereka kerap tidak memakai rompi dengan alasan gerah atau kepanasan. Oleh karena itu, ke depan kami berencana bekerja sama dengan pemegang izin parkir untuk menyediakan atribut berupa kaos khusus yang lebih nyaman dan menyerap keringat,” jelas Nyoman.

Melalui evaluasi penggunaan atribut serta peningkatan pembinaan mental dan etika pelayanan, Dishub berharap kualitas pelayanan parkir di Kabupaten Banjar semakin tertib, aman, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat.

Sementara itu, pihak kepolisian masih terus mendalami motif di balik insiden penusukan yang terjadi di kawasan RTH CBS Martapura tersebut.

Kapolsek Martapura, IPTU Aulya Safi’i, membenarkan adanya peristiwa penyerangan yang mengakibatkan korban berinisial G mengalami lima luka tusuk.

“Untuk lukanya, yang pasti kita hitung ada lima luka tusuk di pinggang sebelah kiri dan tangan sebelah kiri,” ungkapnya.

Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Ratu Zalecha Martapura akibat luka yang dideritanya.

Sementara itu, terduga pelaku berinisial N, warga Desa Tanjung Rema Darat, Gang Pelita, Kecamatan Martapura, telah diamankan oleh jajaran Polsek Martapura bersama Tim Resmob Polres Banjar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Terkait motif penusukan, polisi menyatakan penyelidikan masih berlangsung.

“Untuk sementara masih dalam pendalaman. Yang jelas pelaku sudah kami amankan, sedangkan motif dan kronologi masih didalami,” kata Aulya Safi’i.

Polisi memastikan perkembangan hasil penyelidikan, termasuk motif dan kronologi lengkap kejadian, akan disampaikan setelah proses pemeriksaan selesai.

Author: Damkarnews
Damkarnews