Damkarnews.com, BANJAR – Persoalan infrastruktur dan kebutuhan dasar masih menjadi keluhan warga Desa Pematang Baru RT 04, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar. Mulai dari jalan rusak sepanjang 1,5 kilometer, kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau, hingga belum tersedianya mobil ambulans menjadi persoalan yang hingga kini dirasakan masyarakat setempat.
Salah seorang warga, Puriah, mengungkapkan kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Kondisinya semakin memprihatinkan ketika hujan turun karena badan jalan menjadi becek dan menyulitkan aktivitas warga.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah agar jalan ini bisa diperbaiki. Kalau hujan, jalannya becek dan cukup menyulitkan warga yang melintas,” ungkap Puriah saat ditemui, Senin (27/10/2026) sore.
Menurutnya, persoalan yang dihadapi warga bukan hanya kerusakan jalan. Selama musim kemarau yang berlangsung sekitar lima bulan terakhir, masyarakat juga harus berjuang memenuhi kebutuhan air bersih.
Tercatat sebanyak 97 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut merasakan dampak kekeringan. Kondisi semakin berat karena kawasan itu juga kerap terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bahkan, belum lama ini salah satu rumah warga dilaporkan ludes terbakar akibat peristiwa tersebut.
“Kami berharap pemerintah bisa membantu menyediakan sumur bor atau fasilitas air bersih seperti program Pamsimas. Saat kemarau, kami sangat kesulitan mendapatkan air,” tuturnya.
Selain infrastruktur dan air bersih, Puriah juga menyoroti belum tersedianya mobil ambulans desa. Padahal, kendaraan tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu warga yang memerlukan penanganan medis darurat.

Ia mencontohkan, belum lama ini seorang warga yang hendak melahirkan terpaksa menggunakan kendaraan roda dua untuk menuju rumah sakit karena tidak adanya ambulans yang bisa digunakan.
“Kalau ada warga yang sakit atau hendak melahirkan, tentu kami kesulitan. Seperti kejadian kemarin, warga yang mau melahirkan harus dibawa menggunakan sepeda motor. Kami sangat berharap ada bantuan ambulans untuk desa,” harapnya.
Sementara itu, Pambakal Desa Pematang Baru, Syariani, membenarkan kondisi kerusakan jalan yang dikeluhkan masyarakat tersebut. Ia menyebutkan, pemerintah desa sebenarnya telah berupaya memperjuangkan perbaikan infrastruktur melalui pengajuan proposal kepada pemerintah daerah.
Bahkan, sejak 2025 lalu, pihaknya telah menyampaikan proposal permohonan perbaikan jalan kepada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar serta kepada salah seorang anggota DPRD Kabupaten Banjar dari daerah pemilihan Martapura Timur.
“Proposal sudah kami ajukan sejak 2025, baik ke dinas terkait maupun kepada anggota DPRD. Namun, sampai sekarang kami masih belum mendapatkan jawaban terkait realisasi perbaikannya,” jelas Syariani.
Meski demikian, Syariani menyebutkan pihak desa terus berupaya memperjuangkan kebutuhan masyarakat lainnya. Salah satunya terkait pemasangan penerangan jalan umum (PJU).
Pada Oktober 2026 ini, pemerintah desa kembali mengajukan permohonan pemasangan PJU kepada Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kabupaten Banjar.
Syariani mengaku bersyukur karena pengajuan tersebut telah mendapatkan respons positif. Berdasarkan informasi dari dinas terkait, pemasangan PJU direncanakan dapat terlaksana pada 2026.
“Alhamdulillah, untuk pengajuan PJU sudah ada jawaban dari Dinas Perkim LH. Informasinya, pemasangan akan dilaksanakan pada tahun 2026,” pungkasnya.
Warga berharap berbagai aspirasi tersebut tidak hanya berhenti pada pengajuan dan usulan, tetapi dapat segera ditindaklanjuti. Sebab, jalan yang layak, ketersediaan air bersih, serta fasilitas kesehatan darurat merupakan kebutuhan mendasar yang sangat menentukan kenyamanan dan keselamatan masyarakat Desa Pematang Baru.

