Banpres Rp20 Miliar Masuk Kas Daerah, BPBD Banjar Siapkan 900 Personel dan 75 Mesin Alcon

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp20 miliar untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar kini telah masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). Dana tersebut selanjutnya dialokasikan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung penanganan karhutla dan ancaman kekeringan yang masih membayangi sejumlah wilayah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan pemanfaatan anggaran tersebut akan dilakukan berdasarkan skala prioritas, terutama untuk memenuhi kebutuhan mendesak dalam operasi penanggulangan bencana.

Hal itu disampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (29/10/2026) sore.

Menurut Wasis, sejumlah kebutuhan yang menjadi prioritas penggunaan anggaran di antaranya penambahan personel, pengadaan dan pemenuhan sarana prasarana, bahan bakar minyak (BBM) operasional, alat pelindung diri (APD), hingga perlengkapan pendukung bagi para relawan.

“Kita akan melakukan penebalan personel sekitar 900 orang yang terdiri dari TNI, Polri, lintas sektoral, relawan, dan Tim Reaksi Cepat (TRC). Mereka juga akan diberikan insentif atau honor sesuai Peraturan Bupati Banjar, termasuk pemenuhan kebutuhan konsumsi selama operasi tahap kedua yang berlangsung 14 hari,” jelasnya.

Wasis mengungkapkan, berdasarkan catatan BPBD sejak pertengahan Juli hingga 29 Oktober 2026, luas lahan yang terbakar di Kabupaten Banjar mencapai sekitar 7.443 hektare. Kebakaran tersebut tersebar di 19 kecamatan atau sekitar 95 persen dari total kecamatan di Kabupaten Banjar.

Meski demikian, kondisi karhutla dalam dua hari terakhir mulai menunjukkan perkembangan positif. Intensitas kejadian kebakaran dilaporkan menurun setelah wilayah Kabupaten Banjar diguyur hujan sebanyak dua kali.

“Alhamdulillah, dua hari terakhir kondisinya cukup landai dan kejadian kebakaran mulai berkurang. Guyuran hujan yang terjadi sangat membantu mengurangi kejadian karhutla di Kabupaten Banjar,” ungkapnya.

Namun, BPBD tetap mewaspadai ancaman kekeringan, khususnya krisis air bersih yang masih dirasakan masyarakat di sejumlah desa.

Wasis menyebutkan, hingga saat ini pihaknya telah mendistribusikan sedikitnya 4,2 juta liter air bersih ke desa-desa terdampak. Berdasarkan pendataan BPBD, sekitar 98 desa masih mengalami krisis air bersih sehingga pendistribusian air terus dilakukan setiap hari.

“Air merupakan kebutuhan vital masyarakat. Karena itu, kami tetap berupaya memastikan desa-desa yang mengalami krisis air bersih mendapatkan bantuan distribusi,” katanya.

Terkait perkiraan datangnya musim hujan, Wasis menyampaikan berdasarkan prediksi BMKG, musim hujan di Kabupaten Banjar diperkirakan mulai berlangsung pada minggu ketiga hingga minggu keempat November 2026. Sementara itu, hujan yang turun belakangan ini masih bersifat ringan.

Di tengah upaya memperkuat penanganan bencana, BPBD Kabupaten Banjar juga berencana mengusulkan pengadaan mobil tangki yang dapat difungsikan untuk membantu pemadaman karhutla sekaligus mendistribusikan air bersih kepada masyarakat.

Wasis mengakui, saat ini BPBD Kabupaten Banjar hanya memiliki satu unit mobil tangki pemadam kebakaran yang merupakan bantuan dari BNPB sekitar 14 tahun lalu. Kondisi kendaraan tersebut sudah cukup tua sehingga dinilai perlu dilakukan peremajaan.

“Kami berencana mengajukan pengadaan mobil tangki untuk pemadaman dan distribusi air bersih. Saat ini mobil tangki pemadaman yang kami miliki hanya satu unit, bantuan BNPB sekitar 14 tahun lalu. Mudah-mudahan usulan pengadaan ini bisa disetujui karena sangat penting untuk membantu masyarakat,” harapnya.

Selain kendaraan operasional, perhatian juga diberikan terhadap keterbatasan peralatan yang selama ini menjadi salah satu kendala relawan di lapangan.

Melalui koordinasi dengan Buser 690 Banjar, BPBD berencana memberikan dukungan peralatan dengan skema pinjam pakai. Bantuan tersebut meliputi sekitar 75 unit mesin Alcon, sekitar 300 unit selang, serta sejumlah perlengkapan APD.

“Kita ada rencana membantu melalui Buser 690 Banjar. Peralatan yang akan dipinjam pakaikan di antaranya sekitar 75 unit mesin Alcon, hampir 300 unit selang, dan beberapa komponen APD untuk membantu kawan-kawan relawan di lapangan,” paparnya.

Meski Banpres Rp20 miliar telah masuk ke kas daerah dan dialokasikan melalui BTT, Wasis memastikan hingga Kamis sore anggaran tersebut belum digunakan karena masih dalam tahap perencanaan.

Pihaknya berharap proses perencanaan dapat segera diselesaikan sehingga realisasi pemanfaatan anggaran sudah bisa diakses mulai pekan depan.

“Untuk saat ini memang belum digunakan karena masih dalam tahap perencanaan. Kalau bisa, minggu depan sudah dapat kita akses realisasinya,” ujarnya.

Ia menegaskan, penggunaan anggaran akan mengutamakan kebutuhan yang benar-benar mendesak, baik untuk mendukung operasi penanggulangan karhutla maupun penanganan kekeringan.

Dengan dukungan anggaran tersebut, BPBD Kabupaten Banjar berharap kesiapsiagaan personel, kelengkapan peralatan, serta pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana dapat semakin diperkuat, terutama menjelang peralihan musim hujan.

Author: Damkarnews
Damkarnews