Damkarnews.com, BANJAR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar sepanjang pertengahan Juli hingga akhir Oktober 2026 telah menghanguskan sekitar 7.443 hektare lahan. Luas kebakaran tersebut tersebar di 19 kecamatan atau mencakup sekitar 95 persen wilayah kecamatan di Kabupaten Banjar.
Besarnya dampak karhutla menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Untuk memperkuat penanganan bencana sekaligus mengantisipasi ancaman kekeringan, Pemerintah Kabupaten Banjar kini menyiapkan pemanfaatan Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp20 miliar yang telah masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan anggaran tersebut dialokasikan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) dan akan difokuskan pada kebutuhan prioritas penanggulangan bencana.
Hal itu disampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (29/10/2026) sore.
Menurut Wasis, besarnya luasan lahan yang terbakar menunjukkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan dukungan personel, peralatan, serta logistik operasional yang memadai. Karena itu, Banpres Rp20 miliar diharapkan dapat memperkuat kemampuan petugas dan relawan dalam menghadapi situasi darurat.
“Kalau melihat luasan kebakaran yang mencapai sekitar 7.443 hektare dan tersebar di 19 kecamatan, tentu kebutuhan penanganannya cukup besar. Anggaran ini akan kita prioritaskan untuk memperkuat personel, sarana prasarana, BBM operasional, alat pelindung diri, serta kebutuhan pendukung lainnya,” jelasnya.
Wasis membeberkan, salah satu kebutuhan utama adalah penebalan personel sekitar 900 orang yang melibatkan TNI, Polri, lintas sektoral, relawan, serta Tim Reaksi Cepat (TRC).
Para personel tersebut juga akan mendapatkan insentif atau honor sesuai Peraturan Bupati Banjar, termasuk pemenuhan konsumsi selama operasi penanganan tahap kedua yang direncanakan berlangsung selama 14 hari.
Selain kebutuhan personel, anggaran juga diarahkan untuk memperkuat perlengkapan pemadaman di lapangan. BPBD merencanakan dukungan sekitar 75 unit mesin Alcon, hampir 300 unit selang, serta sejumlah perlengkapan alat pelindung diri (APD) bagi relawan melalui koordinasi dengan Buser 690 Banjar menggunakan skema pinjam pakai.
“Kita ingin kebutuhan kawan-kawan di lapangan bisa terpenuhi. Peralatan ini sangat penting agar upaya pemadaman lebih maksimal dan relawan memiliki dukungan yang memadai saat bertugas,” ungkapnya.
Tidak hanya untuk penanganan karhutla, Banpres Rp20 miliar tersebut juga diproyeksikan mendukung penanganan dampak kekeringan yang masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah.
Wasis menyebutkan, hingga saat ini BPBD Kabupaten Banjar telah mendistribusikan sekitar 4,2 juta liter air bersih ke desa-desa terdampak. Berdasarkan pendataan, masih terdapat sekitar 98 desa yang mengalami krisis air bersih.
“Penanganan kekeringan juga menjadi perhatian kita. Air merupakan kebutuhan vital masyarakat, sehingga distribusi air bersih harus terus dilakukan untuk membantu desa-desa yang masih mengalami kesulitan,” katanya.
Di sisi lain, BPBD juga berencana mengusulkan pengadaan mobil tangki untuk mendukung pemadaman karhutla sekaligus distribusi air bersih.
Saat ini, BPBD Kabupaten Banjar hanya memiliki satu unit mobil tangki pemadam yang merupakan bantuan BNPB sekitar 14 tahun lalu. Kondisinya dinilai sudah cukup tua sehingga membutuhkan peremajaan.
Meski Banpres Rp20 miliar telah masuk ke kas daerah, Wasis mengatakan anggaran tersebut hingga Kamis (29/10/2026) masih dalam tahap perencanaan dan belum direalisasikan.
BPBD berharap proses administrasi dan perencanaan segera rampung sehingga pemanfaatan anggaran dapat mulai berjalan pada pekan depan.
“Untuk saat ini memang belum digunakan karena masih dalam tahap perencanaan. Kalau bisa, minggu depan sudah dapat kita akses realisasinya,” ujarnya.
Sementara itu, kondisi karhutla dalam dua hari terakhir mulai menunjukkan penurunan setelah Kabupaten Banjar diguyur hujan sebanyak dua kali. Meski demikian, BPBD tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat ancaman kekeringan dan kebakaran masih berpotensi terjadi.
Berdasarkan prediksi BMKG, musim hujan di Kabupaten Banjar diperkirakan mulai berlangsung pada minggu ketiga hingga minggu keempat November 2026.

