Asap Karhutla Makin Mengkhawatirkan, Dinkes Kabupaten Banjar Catat 2.221 Kasus ISPA Dalam Sebulan

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di Kabupaten Banjar tak hanya menyisakan lahan yang terbakar dan kepulan asap. Dampaknya juga mulai dirasakan masyarakat melalui gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Hingga Oktober 2026, luas lahan yang terdampak karhutla di Kabupaten Banjar dilaporkan mencapai sekitar 6.200 hektare, dengan 937 kejadian. Kondisi tersebut membuat Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar terus meningkatkan pemantauan terhadap kesehatan masyarakat, khususnya warga yang berada di wilayah terdampak asap.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar H. Dr. Noripansyah melalui Kepala Bidang P2P, Hj. Mariana, SKM., saat dikonfirmasi Kamis (8/10/2026), mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kasus ISPA melalui fasilitas pelayanan kesehatan.

“Dinas Kesehatan terus melakukan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah yang terdampak karhutla, khususnya terhadap perkembangan kasus ISPA,” ujarnya.

Berdasarkan data pelayanan kesehatan selama September 2026, tercatat 2.221 kasus ISPA pada lima puskesmas yang berada di wilayah terdampak.

Rinciannya, Puskesmas Cintapuri Darussalam mencatat 211 kasus, Puskesmas Gambut 397 kasus, Puskesmas Kertak Hanyar 504 kasus, Puskesmas Martapura 2 sebanyak 504 kasus, dan Puskesmas Sungai Tabuk 1 sebanyak 605 kasus.

Angka tersebut menjadi perhatian karena masyarakat di sejumlah wilayah masih menghadapi paparan asap akibat karhutla. Dinkes pun melakukan pemantauan secara berkala untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya gangguan pernapasan, terutama apabila kualitas udara kembali memburuk.

Menurut Mariana, puskesmas di wilayah terdampak telah diminta meningkatkan kesiapsiagaan pelayanan. Petugas juga diarahkan melakukan deteksi dini terhadap masyarakat yang mengalami keluhan gangguan pernapasan serta memberikan pelayanan dan pengobatan sesuai kondisi pasien.

“Pemantauan dan pelaporan kasus terus diperkuat. Puskesmas, khususnya di wilayah terdampak, juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan pelayanan dan melakukan deteksi dini,” jelasnya.

Dinas Kesehatan juga terus berkoordinasi dengan lintas sektor untuk mengikuti perkembangan karhutla sekaligus memantau kondisi kualitas udara.

Tak hanya mengandalkan pelayanan di fasilitas kesehatan, langkah perlindungan juga dilakukan dengan menyediakan dan mendistribusikan masker kepada masyarakat yang terdampak asap. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.

Di tengah kondisi tersebut, Dinkes mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gangguan kesehatan yang muncul saat terpapar asap karhutla.

Warga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kualitas udara memburuk, menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan, serta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti gangguan pernapasan.

Author: Damkarnews
Damkarnews