Damkarnews.com, BANJARMASIN – Suasana malam yang semula tenang di kawasan Simpang Belitung RT 8, Kelurahan Belitung Utara, Kecamatan Banjarmasin Barat, mendadak berubah panik. Kobaran api muncul dari sebuah bangunan kosong yang telah lama terbengkalai, Selasa dini hari (6/10/2026).
Api yang diduga bermula dari bangunan tersebut kemudian merembet dan menyebabkan dua bangunan rumah warga mengalami kerusakan cukup parah.
Ketua RT 8, Agus, mengatakan bangunan yang diduga menjadi titik awal kebakaran merupakan bangunan lama yang sudah sekitar 10 tahun tidak dihuni. Bahkan, bangunan tersebut sebelumnya telah dibongkar oleh pemiliknya.
Menurut Agus, warga tidak mengetahui secara pasti bagaimana api pertama kali muncul. Saat kejadian, tidak ditemukan aktivitas memasak maupun indikasi awal kebakaran yang bersumber dari instalasi listrik.
“Bangunan yang terdampak ada dua. Kalau yang ini dulunya gudang, sudah lama kosong, hampir 10 tahun tidak ditempati,” ujar Agus saat ditemui di lokasi.
Ia menyebut api diduga pertama kali terlihat dari bagian pojok bangunan kosong tersebut. Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti apa yang menjadi pemicu munculnya kobaran api.
“Informasi dari warga, tiba-tiba terlihat ada api dari bagian bangunan kosong. Bukan dari kompor dan sejauh yang kami ketahui juga bukan dari listrik. Jadi penyebab pastinya masih belum diketahui,” katanya.
Kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 00.30 Wita. Dalam waktu singkat, api membesar dan merembet ke bangunan di sekitarnya.
Warga bersama petugas pemadam kebakaran kemudian berjibaku memadamkan api. Setelah sekitar satu jam penanganan, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam sekitar pukul 01.36 Wita.
Meski dua bangunan mengalami kerusakan, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Seluruh penghuni rumah yang berada di sekitar lokasi berhasil menyelamatkan diri sebelum api semakin membesar.
“Alhamdulillah, untuk warga semuanya selamat. Memang ada dua bangunan yang terdampak, tetapi tidak ada korban jiwa,” jelas Agus.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang. Warga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi, terutama di kawasan permukiman yang bangunannya berdempetan dan berpotensi membuat api cepat merembet.

