Damkarnews.com, BANJAR – Di tengah pekatnya malam dan kobaran api yang masih membakar lahan, Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan H Muhammad Rofiqi memilih tidak sekadar memantau dari kejauhan. Ia turun langsung bersama relawan dan petugas pemadam kebakaran untuk membantu mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tungkaran, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Rabu (26/8/2026) dini hari.
Dengan medan yang cukup sulit dan api yang masih menyala di sejumlah titik, Rofiqi ikut merasakan langsung beratnya perjuangan para relawan dalam menjinakkan kobaran api. Kehadirannya pun bukan sesuatu yang asing di tengah komunitas pemadam kebakaran.
Sebelum duduk sebagai anggota DPR RI, Rofiqi dikenal sebagai mantan Ketua Buser 690 Banjar, organisasi relawan pemadam kebakaran se-Kabupaten Banjar periode 2020-2025. Pengalaman tersebut membuatnya memahami betul tantangan yang dihadapi para relawan saat berjibaku di lokasi kebakaran.
“Yang paling penting para petugas dan relawan tetap menjaga keselamatan. Kita apresiasi perjuangan mereka yang bekerja hingga dini hari untuk memadamkan api dan melindungi masyarakat,” ujar Rofiqi.
Menurutnya, kondisi karhutla yang sewaktu-waktu dapat meluas membutuhkan penanganan cepat dan koordinasi yang kuat. Karena itu, upaya pemadaman tidak cukup jika hanya mengandalkan satu instansi atau kelompok.
Rofiqi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, relawan, dunia usaha hingga masyarakat.
“Sebagaimana arahan Presiden, semua pihak harus bersinergi. Karhutla ini tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Kita membutuhkan kolaborasi dan gerak cepat agar api bisa segera dikendalikan,” katanya.
Selain persoalan api, Rofiqi turut menyoroti dampak lanjutan yang dirasakan masyarakat, terutama kabut asap yang mulai muncul di sejumlah kawasan. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele karena dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan warga.
Ia meminta instansi kesehatan memastikan masyarakat yang terdampak asap memperoleh pelayanan secara cepat, terutama ketika mulai mengalami keluhan gangguan pernapasan.
“Jangan sampai masyarakat yang terdampak asap kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan. Saya berharap seluruh fasilitas dan instansi kesehatan memberikan pelayanan terbaik serta cepat merespons keluhan masyarakat,” tegasnya.
Bagi Rofiqi, penanganan karhutla bukan semata-mata tentang bagaimana api dipadamkan. Keselamatan warga yang tinggal di sekitar lokasi juga harus menjadi prioritas.
Ia mengajak masyarakat mengambil bagian dalam upaya pencegahan dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Kita berharap karhutla ini segera berakhir. Semoga hujan segera turun dan kondisi kembali normal, sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan aman dan tidak lagi terganggu kabut asap,” harapnya.
Aksi Rofiqi turun langsung ke lokasi menjadi pengingat bahwa di tengah ancaman karhutla, kepedulian tidak cukup hanya disampaikan melalui imbauan. Di lapangan, keberanian untuk bergerak bersama menjadi bagian penting dalam melindungi lingkungan dan masyarakat dari ancaman kebakaran.





