Milad ke-78 Hidayatullah Martapura, Dari Pesantren Lahir Tokoh Bangsa hingga Pejabat Negara

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Puncak peringatan Hari Milad (HAPLAH) ke-78 Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Martapura berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur, Sabtu (1/8/2026). Momentum ini menjadi penegasan komitmen pesantren tertua dan bersejarah di Kabupaten Banjar tersebut untuk terus mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Ketua Umum Ponpes Hidayatullah Martapura, KH Gusti Wardiansyah, mengatakan usia 78 tahun menjadi tonggak penting bagi lembaga pendidikan Islam tersebut untuk terus berkembang, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan SDM.

“Sudah 78 tahun usia Pondok Pesantren Hidayatullah ini. Kami berharap dengan peringatan ini, ke depan Hidayatullah bisa lebih maju lagi. Kami akan terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memberikan yang terbaik untuk bangsa ini, khususnya di bidang pendidikan,” ujarnya.

Menurut KH Gusti Wardiansyah, perjalanan panjang Ponpes Hidayatullah telah melahirkan ribuan alumni yang kini mengabdikan diri di berbagai bidang strategis, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Ia menyebut para alumni telah dipercaya mengemban berbagai jabatan penting di lingkungan eksekutif, legislatif, judikatif hingga dunia akademik.

Di sektor pemerintahan, alumni Hidayatullah berkiprah sebagai kepala daerah, anggota TNI dan Polri, serta Aparatur Sipil Negara (ASN). Sementara di bidang legislatif dan judikatif, sejumlah alumni menduduki posisi Ketua maupun Wakil Ketua DPRD, bahkan ada yang mengabdi di Mahkamah Konstitusi.

Tak hanya itu, Ponpes Hidayatullah Martapura juga melahirkan tokoh-tokoh nasional di bidang pendidikan dan keagamaan, di antaranya mantan Rektor UIN Antasari Prof. KH. Akh. Fauzi Aseri, M.A., mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Selatan, Ketua MUI, hingga sejumlah rektor perguruan tinggi Islam.

“Alumni Hidayatullah luar biasa. Kontribusi mereka terhadap pemerintah dan negara Indonesia sangat besar di berbagai lini,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan turut memberikan apresiasi atas dedikasi Ponpes Hidayatullah Martapura yang selama hampir delapan dekade konsisten mencetak generasi Islam yang berilmu dan berakhlak.

Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, H. Ariandi Noor. Ia berharap pesantren terus menjadi pusat lahirnya sumber daya manusia unggul yang mampu membawa kemajuan bagi daerah maupun bangsa.

Rangkaian peringatan HAPLAH ke-78 kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur. Doa tersebut menjadi harapan agar Yayasan Pendidikan Islam Hidayatullah Martapura terus berkembang dan semakin sukses melahirkan generasi Qur’ani yang unggul, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan zaman.

Author: Damkarnews
Damkarnews