Pemkab Banjar Dorong Inovasi Jadi Budaya Kerja, Setiap Perangkat Daerah Diminta Punya Terobosan

Bagikan

‎Damkarnews.com, BANJAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar mendorong inovasi tidak sekadar menjadi program unggulan, tetapi berkembang menjadi budaya kerja di seluruh perangkat daerah. Langkah ini dinilai penting untuk menjawab tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, transparan dan adaptif.

‎Upaya tersebut diperkuat melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Inovasi Daerah Tahun 2026 yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjar di Ballroom Bukit Bintang Park and Resort, Kecamatan Karang Intan, Kamis (30/7/2026) pagi.

‎Kegiatan dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa inovasi kini menjadi kebutuhan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

‎Menurut Yudi, perubahan kebutuhan masyarakat membuat pemerintah daerah harus mampu menghadirkan pelayanan yang tidak hanya cepat, tetapi juga efektif, transparan dan mampu menjawab berbagai persoalan pembangunan.

‎“Inovasi saat ini bukan lagi menjadi pilihan, tetapi telah menjadi kebutuhan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Masyarakat mengharapkan pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, transparan, efektif dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan,” ujar Yudi.

‎Karena itu, setiap perangkat daerah didorong untuk mampu menciptakan solusi kreatif sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

‎Pemkab Banjar sendiri telah memiliki landasan dalam membangun ekosistem inovasi melalui Peraturan Bupati Banjar Nomor 16 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan Inovasi Daerah.

‎Regulasi tersebut menjadi dasar penerapan semangat “One Innovation One Agency” atau “Satu Perangkat Daerah Satu Inovasi”.

‎Melalui kebijakan itu, setiap perangkat daerah diharapkan mampu menghasilkan sedikitnya satu inovasi yang memiliki dampak nyata, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kualitas pelayanan maupun kinerja organisasi.

‎Yudi menekankan, keberadaan inovasi tidak boleh hanya bergantung pada perangkat daerah tertentu yang selama ini telah aktif membuat terobosan.

‎Sebaliknya, inovasi harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Banjar.

‎“Inovasi tidak bisa hanya berkembang pada beberapa perangkat daerah, tetapi harus menjadi budaya kerja di seluruh organisasi perangkat daerah. Karena itu, saya mengajak seluruh pimpinan perangkat daerah untuk terus mendorong lahirnya inovasi dan memastikan setiap inovasi didukung, dikembangkan serta dipertahankan keberlanjutannya,” tegasnya.

‎Ia juga meminta peserta mengikuti seluruh rangkaian bimtek secara optimal. Selain meningkatkan pemahaman tentang tata kelola inovasi daerah, keaktifan peserta juga menjadi bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas inovasi.

‎Partisipasi dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi salah satu persyaratan untuk memperoleh e-sertifikat.

‎Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Banjar Anna Rosida Santi mengatakan, Bimtek Penguatan Inovasi Daerah 2026 mengangkat tema “Mewujudkan Inovasi Daerah yang Berkualitas melalui Pemenuhan Data Dukung, Penguatan Strategi Pencapaian Innovative Government Award dan Pelindungan Hak Kekayaan Intelektual.”

‎Menurut Anna, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai inovasi, tetapi juga membekali perangkat daerah agar mampu mengelola inovasi secara lebih sistematis dan terukur.

‎Mulai dari pemenuhan indikator penilaian, penyusunan data dukung, hingga proses penginputan inovasi ke dalam sistem yang disediakan pemerintah pusat menjadi bagian yang diperkuat melalui bimtek tersebut.

‎“Semoga kegiatan ini mampu menghasilkan langkah-langkah nyata dalam meningkatkan kualitas inovasi daerah, memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan pelayanan publik, serta mendukung terwujudnya Kabupaten Banjar yang semakin maju, inovatif, dan berdaya saing,” harap Anna.

‎Penguatan inovasi tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan capaian Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Banjar sekaligus memperbesar peluang daerah untuk meraih prestasi dalam ajang Innovative Government Award (IGA).

‎Dalam kegiatan itu, peserta juga mendapatkan pembekalan dari Analis Kebijakan Ahli Muda Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Arzad Sectio.

‎Ia menyampaikan materi mengenai strategi penguatan inovasi daerah melalui pemenuhan data dukung Indeks Inovasi Daerah.

‎Dengan penguatan kapasitas tersebut, Pemkab Banjar berharap setiap inovasi yang lahir tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi dapat dibuktikan melalui data, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Author: Damkarnews
Damkarnews