Saidi Mansyur Akhirnya Angkat Bicara, Soal Kasus IJ dan AY

Bagikan

Damkarnews.com, BANJAR – Polemik dugaan adu jotos yang menyeret seorang kepala dinas berinisial IJ dengan seorang kepala bidang berinisial AY di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar akhirnya mendapat penjelasan langsung dari Bupati Banjar H. Saidi Mansyur.

Isu yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial dan ruang publik itu berkaitan dengan dugaan aksi pemukulan yang disebut terjadi pada 15 Juni 2026. Namun, Bupati Saidi Mansyur memastikan kabar tersebut tidak sesuai dengan fakta.

Pernyataan itu disampaikan Saidi Mansyur kepada awak media, Selasa (14/7/2026), usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Banjar.

“Setelah dicek, ternyata tidak ada pemukulan. Yang terjadi adalah kesalahpahaman. Jadi konteks tersebut tidak ada kontak fisik,” tegas Saidi Mansyur.

Menurutnya, peristiwa tersebut sebenarnya telah terjadi sekitar sepekan sebelumnya, namun baru mencuat ke publik beberapa waktu belakangan. Setelah dilakukan penelusuran dan klarifikasi, tidak ditemukan adanya tindakan kekerasan fisik sebagaimana yang beredar.

Saidi menjelaskan, Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar juga telah melakukan klarifikasi langsung terhadap kedua aparatur sipil negara (ASN) yang bersangkutan. Dari hasil mediasi tersebut, IJ dan AY telah menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan serta saling memaafkan.

Sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian di lingkungan Pemkab Banjar, Saidi mengaku menyayangkan munculnya gesekan antarsesama ASN. Ia berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh perangkat daerah agar lebih mengedepankan komunikasi dan profesionalisme dalam bekerja.

“Jangan sampai terjadi lagi kesalahpahaman seperti ini. Semua ASN harus menjaga kekompakan, komunikasi yang baik, dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi agar koordinasi antarpersonel semakin baik dan tidak memunculkan kesalahpahaman yang berpotensi menimbulkan kegaduhan.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H. Yudhi Andrea juga membenarkan adanya persoalan yang melibatkan kedua ASN tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa peristiwa itu merupakan bagian dari dinamika organisasi yang masih dapat diselesaikan melalui komunikasi.

“Ya, ini kan memang kadang dinamika dalam pekerjaan sebenarnya. Sehingga ada sedikit-sedikit gesekan, yang sebenarnya bisa kita selesaikan dengan diskusi, dengan rapat, dan arahan,” kata Yudhi.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Banjar bergerak cepat dengan memediasi kedua belah pihak sehingga persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Pemkab Banjar juga mengimbau seluruh pihak agar menghormati proses penyelesaian yang telah dilakukan melalui mekanisme internal serta tidak membangun spekulasi di luar fakta yang telah diklarifikasi.

Dengan adanya penegasan dari Bupati Banjar, isu dugaan adu jotos yang sempat menjadi perhatian publik dipastikan tidak melibatkan aksi pemukulan. Pemerintah berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan mengedepankan fakta yang telah disampaikan secara resmi.

Author: Damkarnews
Damkarnews